Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Komisi X DPR RI melakukan Rapat Kerja pertama kalinya yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2015, di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara II. Rapat Kerja ini dipimpim oleh Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harysa. Rapat dihadiri oleh 46 orang dari 53 Anggota Komisi X DPR RI.

Rapat Kerja diawali dengan perkenalan diri anggota fraksi-fraksi di Komisi X DPR RI. Dalam pembukaan Rapat  Kerja ini,  Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky  Harsya mengatakan, bahwa Komisi X DPR RI membidangi tentang Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahrraga, Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Perpustakaan Nasional.

Kemudian dilanjutkan dengan paparan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir. Dalam  paparannya M Nasir menjelaskan mengenai kerangka utama Rencana Strategi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2015 – 2019.

Menristekdikti mengatakan dalam prioritas RPJMN 3 (2015-2019) adalah  memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA)  yang tersedia, SDM yang berkualitas serta kemampuan iptek.

“Ada beberapa point keterkaitan antara Nawacita dengan Kementerian Ristek dan Dikti yaitu point ke-5 dari Nawacita yang berisikan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; point ke-6,  meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; point ke-7, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik; dan point ke-8, melakukan revlosi karakter bangsa,” ujarnya.

Selanjutnya, Menritekdikti, M Nasir menjelaskan visi dan misi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Visi Kemenristekdikti 2015-2019 adalah “Terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa”. Adapun misi Kemenristedikti yaitu Pertama, meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas; kedua, meningkatkan kemampuan iptek dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.

Pada pembahasan rapat kerja ini, Kementerian Riset dan Dikti bersama Komisi X DPR RI menghasilkan kesimpulan/keputusan yaitu pertama,  Komisi X DPR RI mengapresiasi paparan Menristekdikti tentang Rencana Strategis Kemenristekdikti 2015-2019 yang antara lain memuat tenttang Visi, Misi, Tujuan dan Strategi. Komisi X DPR mendorong Kemenristekdikti untuk segera menyelesaikan Renstra tersebut untuk selanjutnya dipaparkan kembali dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI; Kedua, Dalam rangka penyempurnaan Resntra Kemenristekdikti 2015-2019 khususnya bidang pendidikan tinggi, Komisi X DPR RI menyampaikan masukan dan catatan sebagai berikut :

a. Dalam penyusunan Renstra Kemenristekdikti, khususnya bidang pendidikan tinggi, Kemenristekdikti perlu memperhatikan landasan dan kerangka hukum yang dimulai dari UUD NRI 1945 (khususnya Pasal 28 C, Pasal 31), Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistek Pendidikan Nasional, Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tetang Guru dan Dosen, Undang-Undang No. 12 tentang Pendidikan Tinggi, UU No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran, Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang HAKI dan Undang-Undang terkait lainnya sebagai landasan kerja.

b. Kemenristekdikti perlu berkoordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan fungsi pendidikan (diantaranya Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, Kemenhan) untuk menyususn Renstra Pembangunan Pendidikan Nasional.

c. Kemenristekdikti perlu melakukan koordinasi dengan Kemendikbud untuk menjadikan hasil Ujian Nasional (UN) SMA/Sederajat sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi masuk ke perguruan tinggi.

d. Mendesak Menristekdikti untuk memperbaiki tata kelola Kemenristekdikti, termasuk perguruan tinggi.

e. Berdasarkan Pasal 48, pasal 89 UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Komisi X DPR RI mendesak Kemenristekdikti untuk memfasilitasi upaya kerjasama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha.

f. Mendorong Menristekdikti untuk meningkatkan mutu dan daya saing LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) untuk menghasilkan guru yang berkualitas.

g. Mendorong Menristekditi untuk meningkatkan perhatian kepada PTS (Perguruan Tinggi Swasta) termasuk beasiswa Bidik Misi. (md/humasristek)