Menteri Riset dan Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir memimpin rapat perkembangan pesawat N219 bertempat di PT Dirgantara Indonesia, di Bandung pada hari Selasa, 20 Januari 2015. Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Koordinator Perekonomian, Perindustrian, Perhubungan, Perencanaan, Pembangunan Nasional/Bappenas, BUMN, Wakil Walikota Bandung, Ketua LAPAN, Dirut PTDI, serta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Pesawat N219 merupakan produk yang dirancang sepenuhnya oleh putera-puteri Indonesia. Pesawat turboprop dengan kapasitas 19 orang penumpang ini mulai dirancang sejak tahun 2007 lalu. Pada Agustus 2014 pemotongan pertama (first cutting) salah satu komponen pesawat N219 di Machining – Direktorat Produksi PTDI menandai masuknya N219 pada tahap produksi. N219 yang mengaplikasikan teknologi elektronik dan avionik terbaru diperhitungkan akan menjadi salah satu pesawat yang diperhitungkan di kelasnya.

Dalam rapat tersebut, Menristekdikti meminta masing-masing lembaga untuk memaparkan dukungan terhadap pengembangan Pesawat ini. Menurut Menristekdikti, N219 adalah pesawat angkut ringan yang cocok di berbagai medan. “Pesawat ini hanya membutuhkan runway sepanjang 600 meter, sangat ideal untuk menjadi transportasi penghubung antar daerah di Indonesia”, ujar Menristekdikti

Keunggulan pesawat N219 antara lain dapat lepas landas dalam jarak yang pendek, mudah dioperasikan di daerah terpencil,  bisa self starting tanpa bantuan ground support unit, bisa  beroperasi dengan ground support equipment yang minimum, serta bisa  beroperasi dan dirawat dengan biaya yang rendah dan harga yang bersaing. Pesawat ini direncanakan akan roll-out pada tahun 2015 ini dan menjalani uji terbang pada 2016 serta masuk pasar pada tahun 2017 mendatang. Rapat diakhiri dengan peninjauan ke hanggar PTDI yang sedang mengerjakan beberapa unit pesawat pesanan dari dalam dan luar negeri. (mwr/humasristek)