Pangdam Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Sutomo menutup acara pelatihan pertanian di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2015 dan penanaman perdana padi dan jagung dalam rangka upaya meningkatkan produktivitas nasional di wilayah kodam jaya yang dilaksanakan pada, 31 Januari 2015, bertempat di lahan Kodam Jaya, Cibitung.

Kegiatan penanaman perdana padi dan jagung juga diikuti dengan pembukaan pelatihan pertanian untuk para Babinsa Kodam Jaya. “Kegiatan pelatihan pertanian Babinsa Kodam Jaya/Jayakarta yang dilaksanakan selama empat hari, diharapkan dapat menjadi pendamping petani yang handal dan tidak kenal menyerah, untuk meningkatkan produksi pangan dalam rangka meningkatkan swasembada pangan  nasional,” ujar Mayjen TNI Sutomo.

Penanaman perdana padi dan jagung dalam rangka upaya meningkatkan produktivitas nasional di wilayah kodam jaya antara lain didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Kepala Bidang Pemetaan Iptek Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengatakan varietas padi Sidenuk ini ditemukan oleh Batan. Produktivitas padi jenis ini bisa mencapai 9 ton per hektar dengan usia panen 90 hari. Beras ini wangi, tidak perlu banyak air, dan pulen.

“Padi Sidenuk telah diuji coba di beberapa daerah antara lain di Lumajang, Ponorogo, dan Magetan di Jawa Timur; Karanganyar di Jawa Tengah;  serta Sulawesi Selatan. Ada beberapa daerah yang menghasilkan produktivitasnya bahkan mencapai 12,4 ton per hektar seperti di daerah Lumajang,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Pangdam Jaya/Jayakarta, Mayjen  Sutomo; Kepala Bidang Pemetaan Iptek Masyarakat yang mewakili Asisten Deputi Iptek Masyarakat Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendiddikan Tinggi, Syachrial Annas, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan Batan, Ruslan beserta  jajaran Babinsa melakukan penanaman perdana padi dan jagung  di lahan tanah Kodam Jaya, Jl. Rawa Lele Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Provinsi Jawa Barat.

Dalam acara ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Jawa Barat, Heni Aryani; Asisten II Provinsi Banten, Iing Suwardi; Kepala Bidang Diseminasi Iptek Industri Kecil dan Menengah, Adawiyah; Kepala Bidang Keamanan dan Keselamatan Pusat Penelitian Iptek dan Teknologi, Joko Rahardjo; Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bekasi; serta dosen Universitas Padjajaran, Simarmata. (md/humasristek)