Pada Kamis, 30 Juli 2015 Menristekdikti meninjau STP Puri Bangtek . “Science Techno Park” atau STP merupakan kawasan yang dikelola oleh manajemen profesional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguasaan dan penerapan iptek, yang selanjutnya akan meningkatkan daya saing daerah. STP sebagai suatu kawasan yang dharapkan dapat menjadi pusat pengembangan sains dan teknologi maju yang menghilirkan hasil-hasil iptek ke industri, selain itu juga dapat menghasilkan Perusahaan Pemula Berbasisi Teknologi.

“Disadari, jumlah total 529 kabupaten-kota di Indonesia dengan kondisi sumber daya yang sangat beragam, tentunya bukan hal yang mudah untuk menjalankan program ini. Karena Penguatan daya saing paling mendasar dalah memperkuat sistem inovasi,” ujar M. Nasir.

Pembangunan STP ini memiliki tujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang iptek dan menghilirisasi hasil hasil riset domestic. Hasil- hasil riset diharapkan dapat dikirim ke dunia usaha, sehingga hasil hasil riset maupun pemanfaatan teknologi memiliki manfaat langsung ke masyarakat serta dapat meningkatkan kesjahteraan masyarakat. Dalam pembangunan STP diharakan bersinergi dengan akademisi, pemerintah, dan dunia usaha.

Dalam melaksanakan peran STP diperlukan SDM yang profesional sebagai pengelola STP, litbang (perguruan tinggi dan litbang daerah), perusahaan pemula berbasis teknologi, serta lembaga bisnis dan keuangan. Tentunya yang paling penting adalah peran dari pemerintah daerah sebagai pemegang otorisasi kebijakan daerah dengan tugas-tugas: penyusunan regulasi, dukungan terhadap program, alternative pendanaan melalui litbang dan permodalan untuk IKM baru, memberikan insentif seperti keringanan pajak, bersama-sama dengan stakeholder daerah menyusun strategi dan organisasi STP, serta mengembangan jejaring produk yang dihasilkan oleh STP. (is/pkl/kemeristekdikti)