Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia yang sangat berpotensi dijadikan sumber bahan baku obat yang potensial. PT Dexa Medica merupakan perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang memproduksi bahan baku aktif obat herbal dalam bentuk Bioactive Fraction. PT Dexa Medica telah berkembang dari sebuah perusahaan kecil yang didirikan tahun 1969 menjadi salah satu perusahaan farmasi etikal terbesar dan terkemuka di Indonesia yang menguasai pasar farmasi domestik. Melalui fasilitas produksi Bioactive Fraction DLBS (Dexa Laboratories of Biomolecular Science), PT Dexa Medica siap memproduksi bahan baku aktif obat dan memproduksi obat-obatan dari bahan asli Indonesia.

Kemristekdikti memberikan kepercayaan kepada PT Dexa Medica untuk menjalin kerjasama riset, sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah dan industri farmasi swasta nasional.  Pada Kamis, 29 Januari 2015 dilakukan dua penandatanganan kerjasama, yaitu: Pertama, kerjasama antara PT Dexa Medica dengan Kemristekdikti dilakukan oleh Sekretaris Menristek Hari Purwanto dan Presiden Direktur PT Dexa Medica Ferry Soetikno; Kedua, kerjasama antara PT Dexa Medica dengan Kedeputian Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemristekdikti dilakukan oleh Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Agus Puji Prasetyono dan Direktur Eksekutif PT Dexa Medica Raymond Tjandrawinata. Penandatanganan dilakukan di Gedung DLBS PT Dexa Medica Cikarang dengan disaksikan Menristekdikti M. Nasir.

Bahan baku obat yang dihasilkan oleh DLBS ini merupakan hasil riset sendiri yang berasal dari biodiversitas Indonesia, dimulai dari penelitian biomolekuler, percobaan farmakologi hewan, hingga uji klinis pada pasien di berbagai kota di Indonesia. Periset di DLBS mempelajari kandidat bahan aktif obat herbal dari aspek kimia dan biologi pada tingkat molecular melalui sebuah proses yang disebut TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System), suatu metodologi penyaringan sistematis untuk menemukankandidat yang paling aktif dan berpotensi untuk produk yang  tengah diteliti. Bahan baku aktif obat herbal yang diproduksi oleh DLBS telah dipatenkan tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia internasional melalui skema Patent Cooperation Treaty.

“Saya bangga, sungguh, kalau melihat produk industri kita jaya di negeri orang, apalagi bahan bakunya dihadirkan dari Indonesia, penelitinya orang Indonesia,” ujar Menristekdikti. (flh/humasristek)