Rabu, 29 Juli 2015 Menteri Riset, Teknologi,dan Pendidikan Tinggi M. Nasir melakukan Kunjungan Kerja di Universitas Riau. Acara ini dihadiri oleh Plt. Gubernur Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman; Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad; Rektor Universitas Riau, Prof. Aras Mulyadi; Koordinator Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepri), Prof. Ganefri; Dekan Fakultas Ekonomi, Sri Indarti;  p ejabat di lingkungan Provinsi Riau, para guru besar, para dosen, dan serta para mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Pada kesempatan ini M. Nasir memberikan kuliah umum mengenai “Peran Perguruan Tinggi dalam Menghadapi MEA 2015”. M. Nasir dalam kuliah mengatakan bahwa Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, oleh sebab itu kita harus memperhatikan berbagai peluang dan hambatan dalam menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku pada 31 Desember 2015 mendatang. Dimana Pasar ASEAN itu adalah memberikan keterbukaan di dalam melakukan transaksi antara negara- negara di Kawasan ASEAN, yang secara otomatis akan terjadi capital life atau arus modal, barang dan jasa.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa Indonesia harus berbenah, sebab daya saing beberapa sektor industri utama kita masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. ”Salah satu yang menjadi penting  yaitu human resource live,  jangan sampai terjadi pemenuhan human resource asing di negeri kita,” ujar M. Nasir.

Peran pendidikan tinggi sebagai dasar pembangunan 3 pilar Komunitas ASEAN, yaitu Political-Security Pillar, Socio-Culture Pillar dan Economic Pillar. Pendidikan tinggi sebagai penghasil tenaga kerja terampil dan berkarakter serta inovasi yang memiliki daya saing industri dalam dan luar negeri. Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh Pendidikan tinggi adalah research. Research yang selama ini dilakukan kurang publikasi, hanya diam di perpustakaan. (dpd-pkl/humasristekdikti)