Menristekdikti, M. Nasir  menerima  kunjungan Duta Besar Jerman  untuk Indonesia, HE Georg Witschel  pada Jumat, 3 Juli 2015. Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua kepada Menristekdikti setelah kunjungan pertama dilakukan tanggal 6 Nopember 2014 silam, dan kunjungan ini menjadi bukti betapa eratnya hubungan kerjasama iptek dan pendidikan tinggi antara kedua negara.

Dalam pertemuan dengan Menristedikti,  Duta Besar Jerman kembali mengungkapkan komitmen negaranya untuk meningkatkan kerjasama iptek dan pendidikan tinggi dengan Indonesia.   Sebagai wujud dari komitmen tersebut, Kedutaan Besar Jerman di Jakarta akan menyelenggarakan German Season 2015 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan September hingga Nopember 2015.  Salah satu acara penting dari German Season tersebut adalah kegiatan Science Exhibition yang akan dilaksanakan di lokasi Museum Nasional Jakarta tanggal 5-15 Oktober 2015. Science Exhibition tersebut antara lain akan menampilkan produk-produk iptek terkini Jerman, hasil-hasil kerjasama iptek Indonesia – Jerman, dan produk- produk beberapa perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia.

Untuk acara Science Exhibition, Duta Besar meminta kesediaan Menristekdikti untuk membuka acara dimaksud pada tanggal 5 Oktober 2015.  Selain itu kegiatan Science Exhibition, dalam waktu dekat akan dilaksanakan juga pertemuan Steering Committee (SC) Indonesia – Germany on Earth and Ocean Science  dan  Steering Committee (SC) Meeting Geothermal Energy yang akan dilaksanakan tanggal 19 Agustus 2015.

Menristekdiikti menyambut baik kegiatan Science Exhibition tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk membuka pameran dimaksud.  Terkait dengan kerjasama  iptek dan pendidikan tinggi ke depan, Menristekdikti  mengatakan akan tetap mendukung peningkatan kerjasama iptek dan pendidikan tinggi kedua negara. “Program-program scientific mobility, visiting professor dan pendidikan PhD di Jerman akan tetap dilanjutkan,” ujar M. Nasir.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa Kemenristekdikti saat ini sangat mendukung upaya-upaya hilirisasi hasil-hasil riset sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kesempatan tersebut, M. Nasir menginformasikan rencana Indonesia untuk membangun pesawat terbang N219 dan berharap pihak Jerman dapat mendukung rencana tersebut. Selain itu, Menristekdikti juga meminta agar pusat-pusat informasi dan pelatihan Bahasa Jerman (German Centres) dapat diperbanyak jumlahnya, terutama di kota-kota di luar pulau Jawa untuk memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi tentang Jerman, khususnya informasi tentang beasiswa dan program pelatihan dari Jerman.

Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas upaya-upaya pendanaan untuk mendukung kerjasama riset kedua negara,  terutama di bidang  biotechnology/biodiversity, marine dan geothermal. Khusus untuk kerjasama di bidang biodiversity, pada tahun lalu telah disepakati 8 (delapan) proposal riset bersama di bidang obat-obatan yang akan dimulai tahun 2015 ini. Untuk itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengupayakan sumber-sumber pendanaan untuk mendukung program tersebut agar berjalan sesuai rencana. Terkait dengan peningkatan kerjasama di bidang pendidikan, kedua belah pihak juga sepakat untuk memaksimalkan  sumber pendanaan melalui skema Debt Swap yang saat ini sudah berjalan.

Pertemuan Menristekdikti dengan Duta Besar Jerman berlangsung dalam suasana hangat. Dalam kedua pertemuan tersebut, Menristekdikti  didampingi oleh  Sekjen Kemenristekdikti,  Ainun Na’im, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhamad Dimyati,  Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe, Staf Khusus Menristek Dikti Abdul Wahid Maktub, dan Asdep Jaringan Iptek Internasional, Nada Marsudi. Sementara Dubes Jerman didampingi oleh Konsuler Iptek, Michael Rottmann, dan staf. (adjii/humasristek)