Menristek Dikti  M Nasir menerima audiensi Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rahmi Diany beserta jajaran SKPD Kota Tangsel, di kantor Kementerian Ristekdikti pada hari Jumat, 16 Januari 2015. Audiensi tersebut untuk melaporkan penunjukkan Kota Tangsel sebagai tuan rumah penyelenggaraan “Tangerang Selatan Global Innovation Forum (TGIF)” Tahun 2016. Menristekdikti didampingi oleh Deputi Kelembagaan, Asdep Jaringan Penyedia dengan Pengguna, Asdep Investasi Iptek, serta Idwan Suhardi sebagai anggota Executive Board Daejeon Global Innovation Forum.

TGIF merupakan forum pertemuan dan pertukaran informasi serta gagasan antar pelaku inovasi global baik dari kalangan akademisi, lembaga litbang, pelaku usaha, maupun lembaga intermediasi dan Science & Technology Park (STP), yang diprakarsasi oleh UNESCO bersama World Technopolis Association (WTA). Forum ini diselenggarakan setiap dua tahun. Pada tahun 2014, kegiatan ini diselenggarakan di Daedeok Innopolis, Kota Metropolitan Daejeon, Korea Selatan.

Sebagai kota dimana Puspiptek berada, Tangsel bersama-sama dengan Puspiptek telah bekerjasama untuk mendorong pemanfaatan sumberdaya iptek yang tersedia dalam mewujudkan Kota Tangsel sebagai kota pintar (smart city), dan meningkatkan pembangunan ekonomi daerah berbasis inovasi. Pemerintah Kota Tangsel juga mendukung penuh pengembangan Puspipek sebagai Indonesian Science and Technology Park (ISTP) yang diharapkan menjadi model STP yang dapat diduplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Walikota menyampaikan kembali kesiapan Kota Tangsel dengan dukungan Puspiptek/Kementerian Ristekdikti untuk menjadi tuan rumah TGIF 2016, dan akan menjadikan event internasional tersebut sebagai wahana untuk memperluas jejaring global dengan menonjolkan muatan lokal. Disamping itu, dengan status sebagai pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Walikota Tangsel berharap kegiatan ini akan dimanfaatkan oleh pemerintah kota lain di seluruh Indonesia. “Kami yakin, dengan ditunjuknya Kota Tangsel sebagai tuan rumah, akan ada multiplier effect yang menguntungkan kota Tangsel dan juga kota-kota di seluruh Indonesia,” ujar Airin.

Menteri Ristek Dikti  pada prinsipnya mendukung penyelenggaraan TGIF di kota Tangsel. Untuk itu diminta Pemerintah Kota Tangsel, berkordinasi dengan beberapa instansi terkait dengan bekerjasama dengan Puspiptek, lembaga litbang (LPNK), perguruan tinggi dan pihak-pihak terkait lainnya. “Kami juga berharap agar akses transportasi/jalan yang masih kurang convenience untuk bisa dibenahi demi mensukseskan acara tersebut,” lanjut M. Nasir.

Lebih lanjut, Menristek Dikti juga berpesan agar Pemerintah Kota Tangsel turut memanfaatkan hasil-hasil riset yang potensial sehingga ikut mendukung pembangunan dan ekonomi masyarakat. Adanya sinergi antara lembaga litbang dan universitas sebagai penghasil teknologi dengan pemerintah daerah sebagai pengguna, maka pelaksanaan pembangunan akan lebih efektif.

Disamping itu, dalam audiensi ini beberapa hal lain turut dibicarakan antara lain status Institut Teknologi Indonesia (ITI), serta kelembagaan Puspiptek ke depan. Menristekdikti menyampaikan gagasan kawasan Puspiptek dikelola oleh sebuah badan otorita, sehingga pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas dan sumberdaya di kawasan ini lebih fleksibel dan efektif yang pada akhirnya proses hilirisasi teknologi lebih lancar dan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dalam bingkai Sistem Inovasi Daerah(SIDa) semakin nyata. (ad2-dep2/humasristek)