BATAM – Siapa sangka Indonesia kini sedang mengembangkan tempat seperti Silicon Valleynya Amerika Serikat. Tempat tersebut bernama Nongsa Digital Park (NDP). Tempat dengan nilai investasi jutaan USD di Batam ini akan menjadi tempat berkumpulnya para pegiat startup ekonomi digital seluruh Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir saat mengunjungi NDP, Senin (28/8), mengatakan bahwa NDP memberikan kesempatan yang luas kepada para pegiat digital untuk mengembangkan bisnisnya sekaligus melakukan riset lebih mendalam mengenai teknologi yang dibuat.

“Disini bisa menjadi tempat yang sempurna para pegiat ekonomi digital mengembangkan bisnis dan mencari investor untuk teknologi yang dikembangkan,” tuturnya.

*Infinite Studios*

Di dalam kawasan NDP terdapat studio besar sekelas Hollywood untuk pembuatan film dan animasi 3D. Menurut Nasir kawasan ini bisa menjadi laboratorium mahasiswa untuk melakukan praktik langsung di lapangan, terutama untuk mahasiswa yang meminati bidang animasi dan perfilman.

“Dengan ada kawasan seperti ini tentu akan mendukung industri kreatif Indonesia. Nah, SDM yang membuat studio film dan animasi level dunia seperti ini bisa didapat dari Politeknik Negeri Batam. Buktinya lulusan Politeknik Negeri Batam banyak yang sudah bekerja disini. Saling berkolaborasi,” ujarnya.

Kris Willuan dari pihak Citramas Group yang mengembangkan kawasan NDP, mengatakan bahwa hasil produksi nantinya ingin dikembangkan lebih banyak tentang karakteristik budaya Indonesia.

“Di beberapa animasi Kami mulai kembangkan budaya dan cerita khas Indonesia. Ke depannya akan diperbanyak konten tentang kearifan budaya Indonesia. Kita memerlukan technopreneur, dan Kami sudah cukup baik selama ini bekerjasama dengan Politeknik Negeri Batam,” jelasnya.

Dengan luas sekitar 50 Ha, NDP digadang akan menjadi pusat pengembangan ekonomi digital Indonesia karena letak dan aksesnya yang berbatasan dengan beberapa Negara lain, terutama Singapura. Sampai saat ini menurut Kris sudah sekitar 50 perusahaan dunia yang menyampaikan akan bergabung dengan NDP.

Kementerian sendiri menurut Nasir mengenai kolaborasinya akan ditindaklanjuti sebagai pengembangan SDM, yang tidak hanya pada Politeknik Negeri Batam saja, tetapi juga pada tingkat Universitas yang lain. Nasir pun siap memangkas regulasi yang justru menghambat perkembangan ekonomi digital di Indonesia. (DZI)

Galeri