JEPARA – Bahan bakar bagi nelayan kecil untuk melaut adalah hal yang sangat penting. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan harganya yang tinggi menjadikan persoalan tersendiri bagi nelayan. Selama ini sebagian besar nelayan kecil menggunakan kapal dengan mesin pembakaran dalam jenis mesin diesel berbahan bakar solar, mesin 2-Tak dan mesin 4-Tak berbahan bakar bensin. Penggunaan energi alternatif yang murah, nyaman, aman dan kompatibel untuk menggerakkan mesin kapal nelayan sangat dinantikan.

Penggunaan energi alternatif berupa bahan bakar gas (BBG) atau bahan bakar lainnya pada mesin kapal dengan tetap menggunakan mesin yang ada tentu harus menggunakan peralatan konverter kit yang merupakan produk aksesoris. Hanya saja, konverter kit yang diperkenalkan hingga saat ini hanya untuk mesin 4-Tak berbahan bakar bensin. Kemudian banyak ditemukan ketidaknyamanan bagi para nelayan, seperti sering tidak dapat hidup karena cuaca dingin dan lain sebagainya. Sedangkan peralatan konverter kit bagi mesin Diesel berbahan bakar solar dan mesin 2-Tak berbahan bensin tidak diperkenalkan sama sekali.

Kemenristekdikti melakukan terobosan di Indonesia maupun di dunia dengan memperkenalkan dan melakukan uji terap teknologi konverter kit terbaru di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Senin, 28 November 2016. Uji terap ini dilakukan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara, LIPI, Kelompok nelayan, serta PT. Tritunggal Prakarsa Global. Teknologi ini merupakan generasi kedua yang merupakan hasil pengembangan teknologi berbasis controller.

Uji terap ini merupakan kelanjutan dari uji terap yang sebelumnya telah dilakukan di kota Tegal pada 20 september lalu. Uji terap dilakukan pada mesin kapal nelayan dengan disaksikan langsung Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir.

Dari hasil uji terap di kota Tegal selama sebulan penuh, diketahui bahwa terjadi penghematan yang signifikan. Dari biasanya nelayan melaut per hari membutuhkan Rp.30.000,- untuk kapal bermesin 2 tak, dengan menggunakan konverter kit yang dikembangkan ini menjadi hanya Rp. 3.000, per hari melaut.

Abdul Hakim Pane, peneliti PT. Tritunggal Prakarsa Global yang merupakan salah satu inovator yang berasal dari masyarakat telah berhasil mengembangkan teknologi konverter kit untuk semua jenis mesin mulai dari mesin 2-Tak, mesin 4-Tak sampai dengan mesin diesel. Uji terap yang dilakukan di Jepara ini menguji kehandalan konverter kit tersebut terhadap mesin berbahan bakar bensin dan juga solar.

Pengembangan teknologi konverter kit dari BBM ke BBG didukung oleh Program Pengembangan Teknologi Industri dari Kemenristekdikti dan Program inkubator dari Pusat Inovasi LIPI.

Menristekdikti mengatakan bahwa pengembangan prototipe konverter kit yang teruji pada penggunaan yang sebenarnya pada Mesin Kapal Nelayan dan Transportasi merupakan salah satu bentuk kontribusi pembangunan iptek dalam rangka memberikan daya ungkit dan mendorong peningkatan daya saing nasional dapat terlihat nyata.

“Mudah-mudahan ke depan nelayan semakin sejahtera. Harus kita berinovasi agar mampu bersaing,” imbuhnya.

Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kemenristekdikti, Hotmatua Daulay, yang menangani kegiatan tersebut juga menyatakan bahwa pengembangan teknologi yang dibutuhkan masyarakat dan dunia industri Indonesia bagi daya saing merupakan prioritas pemerintah. Untuk itu, insentif bagi pengembangan teknologi dari tahun ke tahun akan terus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan Pemerintah Kabupaten Jepara bahwa potensi kelautan didaerah ini lebih besar dari pangannya. Okeh karena. itu, Pemkab Jepara tidak ragu lagi untuk membantu nelayan di dalam penyediaannya (konverter kit) apabila sudah diujicobakan sejauh ini dapat bermanfaat.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingi, melalui Ditjen Penguataan Riset dan Pengembangan memberikan fasilitasi berbagai jenis insentif pembiayan riset dan pengembangan teknologi untuk berbagai tahapan. Salah satu yang dikelola Direktorat Penembangan Teknologi Industri adalah Program Pengembangan Teknologi industri yang membiayai penelitian hingga menghasilkan prototipe yang sudah dapat dibuktikan pada lingkungan atau kondisi yang aktual. (APS)

Galeri