PIH UNAIR – Pelaksanaan ujian doktor terbuka Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Menpan RB), Asman Abnur, berjalan lancar. Asman dinyatakan lulus S-3 Ilmu Ekonomi Islam, Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga dengan predikat ‘Sangat Memuaskan’ dengan IPK sebesar 3,98.

Ujian doktor berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR, Senin (27/2). Dalam presentasinya, Asman menyampaikan materi disertasi dengan judul Pengaruh Belanja Modal Pemerintah dan Investasi Swasta terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Tenaga Kerja Terserap Serta Kesejahteraan Rakyat di Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau dalam Perspektif Islam.

Asman mengaku, menyelesaikan studi doktor tidaklah mudah. Karena pekerjaan rutin di Jakarta, selama kurun waktu enam tahun enam bulan Asman bolak-balik Jakarta–Surabaya untuk meneruskan studi.

Asman yang merupakan doktor ke-83 Ilmu Ekonomi Islam mengatakan, prospek Ekonomi Islam akan tumbuh pesat. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim. Sebab, pusat studi Ilmu Ekonomi Islam berada di Inggris.

“Tantangan kita ke depan bagaimana menciptakan pelaku-pelaku di bidang Ekonomi Islam, sehingga dengan sendirinya bisa mengikuti perkembangan yang ada di dunia. Inggris walau bukan basic masyarakat Islam, tapi pusat Ekonomi Islam ada di sana. Ini tantangan yang luar biasa buat saya,” kata Asman.

Dalam mempertahankan disertasinya, Asman diuji oleh sepuluh orang penyanggah. Sidang dipimpin Rektor UNAIR sekaligus Guru Besar bidang Akuntansi Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak. Para penyanggah diantaranya adalah Prof. Dr. Suroso Imam Zadjuli, SE sebagai promotor, Prof. Dr. H. Ali Mufrodi, MA sebagai ko-promotor, Prof. Dr. H. Muslich Anshori, S.E., M.Sc., Ak., dan Prof. Dr. Djoko Mursinto, Drs.Ec., M.Ec. Selain mereka, Kapolri Jenderal Polisi Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D, juga menjadi menguji disertasi yang ditulis promovendus Asman.

Asman berharap, perkembangan studi Ilmu Ekonomi Islam harus terus diperhatikan. Mengingat, Indonesia adalah negara yang memiliki kesempatan untuk merealisasikan konsep Ekonomi Islam.

“Pengembangan ilmu berikutnya yang tidak boleh putus adalah bagaimana hasil studi ini menjadi acuan ke depan agar perkembangan Ekonomi Islam betul-betul terealisasi di Indonesia,” ujar Asman.

Selain dihadiri oleh penguji, kerabat, pelaksanaan ujian terbuka dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintahan seperti Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Menteri Badan Usaha Milik Negara, dan Menteri Hukum dan HAM. Selain itu, Rektor Universitas Andalas, Rektor Institut Teknologi Bandung, Guru Besar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Mahfud MD, Kapolda Jatim, dan Wali Kota Surabaya juga turut datang menyaksikan sidang doktor terbuka. (*)