Pekanbaru – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengemban tugas meningkatkan daya saing bangsa. Kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa adalah terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) terampil (skill worker) yang mampu bersaing secara nasional dan internasional serta tumbuhnya riset dan inovasi di perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir pada Kuliah Kebangsaan bertema “Menumbuhkan Semangat Kuliah Kebangsaan” bertempat di Ruang Rapat Senat Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau ( 14/11/2017).

“Daya saing bangsa dapat dicapai dari lulusan perguruan tinggi yang terampil dan siap bersaing. Inovasi juga punya peran penting dalam mendorong daya saing bangsa, hal ini harus sejalan dengan sumber daya yang berkualitas juga,” ujar Menteri Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Nasir juga mengharapkan adanya kontribusi dari UIN Suska Riau dalam hal publikasi ilmiah. Saat ini peringkat publikasi internasional Indonesia meningkat pesat berada di peringkat ke-3 pada tahun 2017 dibandingkan pada tahun 2016 di peringkat ke-4 yakni dari jumlah publikasi 11.865 do tahun 2016 menjadi 13.729 pada 2 November 2017.

“Dengan jumlah itu, publikasi internasional Indonesia telah melampaui Thailand dan Vietnam. Saya optimis publikasi internasional dapat terus naik di akhir tahun dengan dukungan dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Saya harap UIN Suska dapat turut berkontribusi dalam publikasi ilmiah baik di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi,” harapnya.

Rektor UIN Suska Riau, Munzir Hitami menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih tentang semangat kebangsaan bagi kalangan civitas akademika UIN Suska Riau serta sebagai representasi jati diri bangsa secara luas dan adanya pemahaman kebangsaan secara lebih mendalam dan konstektual sangat dibutuhkan.

Hadir juga dalam acara ini, Wakil gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Tokoh Nasional Muhaimin Iskandar, Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Kemenristekdikti Agus Indarjo, dan Ketua Senat serta seluruh jajaran civitas akademika UIN Suska Riau.

Muhaimin yang juga hadir sebagai salah satu pembicara mengatakan bahwa UIN merupakan sebuah transformasi yang baik di bidang pendidikan, terutama bagi kalangan santri pondok pesantren. Kehadiran UIN diberbagai provinsi di Indonesia membuka akses lebih luas bagi masyarakat terutama kalangan santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (SHT/ARD)

Galeri