Jember, 17 Januari 2015 – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke Jember pada 17-18 Januari lalu. Mengawali kunjungan kerjanya ke Jember, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti.red) M. Nasir memberi kuliah umum di Universitas Negeri Jember. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa di era pasar bebas perguruan tinggi Indonesia, baik negeri maupun swasta harus siap menghadapi persaingan internasional, salah satunya yang ada dihadapan kita adalah dibukanya ASEAN Community. Berlakunya ASEAN Community ini, berdampak mengalirnya arus modal dan tenaga kerja terdidik dari ASEAN yang akan membanjiri Indonesia, termasuk di dunia pendidikan tinggi.  “Jika kita tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton dalam era bebas itu,” papar M. Nasir. Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Universitas Negeri Jember, Moh. Hasan mengharapkan agar para undangan, dari pimpinan Universitas Negeri Jember dan pimpinan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di wilayah Besuki Raya beserta mahasiswa mendapatkan pemahaman terkait kebijakan Kemenristekdikti, khususnya di bidang pendidikan tinggi. “Mari kita rapatkan untuk bekerjasama di Besuki Raya dalam rangka menghadapi era pasar bebas,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti menandatangani peresmian Gedung Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Gedung Ki Hajar Dewantara Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember.

Untuk mengantisipasi era pasar bebas, dunia pendidikan tinggi Indonesia harus mempersiapkan diri dengan segera menyiapkan perangkat-perangkat pendukung untuk menghadapinya. Sebagai contoh, saat ASEAN Community berlaku, tenaga kerja terdidik seperti insinyur, arsitek, dokter, dokter gigi, perawat, akuntan, land surveyor, dan praktisi bidang lain wajib memiliki sertifikat kompetensi yang di syaratkan dalam dunia kerja. “Untuk itu pemerintah telah mempersiapkan undang-undang keinsinyuran, kedokteran, keperawatan dan bidang profesional lainnya untuk menyiapkan tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di era pasar bebas,” ujar M. Nasir. Selain itu, pemerintah telah menyusun kebijakan dan program kerja dibidang pengembangan riset, teknologi dan pendidikan tinggi untuk menghadapi era pasar bebas ini.  Untuk periode 2014-2019, sasaran kebijakan dan program kerja di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi yaitu peningkatan mutu pendidikan, peningkatan relevansi dan daya saing, peningkatan publikasi internasional para dosen dan meningkatkan pembinaan perguruan tinggi.

Selanjutnya Menristekdikti berupaya untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi kalangan tidak mampu namun berprestasi, baik untuk S-1 maupun untuk studi lanjut. “Selain itu pemerintah juga akan mengembangkan kemampuan technical skills dan soft skills mahasiswa melalui program-program kegiatan kemahasiswaan di perguruan tinggi dan bantuan beasiswa bagi dosen perguruan tinggi baik PTN maupun PTS,” tambah Menristekdikti.

Disela-sela kunjungan kerjanya, Menristekdikti menyempatkan diri mengunjungi laboratorium C-DAST (Center for Development of Advanced Sciences and Technology) yang menghasilkan produk transgenik seperti tebu tahan kering, melinjo rendah kolesterol, dan kopi luwak artifisial. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan melihat keberadaan fasilitas Technopreuneurship di UPT Agrotechnopark. Di halaman UPT Agrotechnopark, Menristekdikti melihat pameran produk-produk riset Universitas Negeri Jember antara lain olahan mocaf dan etanol berbahan singkong, smart green house, dan olahan koro.  Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti berdiskusi dengan mahasiswa. Menristekdikti berpesan agar mahasiswa rajin belajar dan memotivasi diri supaya bisa studi lanjut. “Kami akan menyediakan beasiswanya,” kata Menristekdikti. Selain mengunjungi Universitas Negeri Jember, Menristekdikti juga berkunjung ke STAI AL-Falah Assunniyyah (STAIFAS), Puslit Kakao dan salah satu Pondok Pesantren.