Jember, 28 September 2017

M. Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) bersama Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan (Menkeu) membuka pelaksanaan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XX di Universitas Jember (27/9). Pertemuan tahunan para akuntan pendidik dari berbagai perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Akuntansi ini dihadiri oleh seribuan dosen akuntansi yang tergabung dalam Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dari seluruh Indonesia. Selama tiga hari mereka membahas perkembangan ilmu akuntansi dan tantangan akuntan di masa depan, sambil mempresentasikan berbagai penelitian di bidang akuntansi. Tema yang diambil dalam SNA kali ini adalah Harmonisasi Spirit Pandhalungan (Kebhinnekaan) Untuk Penguatan Profesionalitas Indonesia Jaya.

Dalam sambutannya, Mardiasmo, Ketua IAI, mengingatkan bahwa era saat ini mengalami perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi informasi, yang kesemuanya menjadi tantangan bagi para akuntan pendidik. Saat ini yang kita hadapi adalah generasi Y dan Z yang jauh berbeda dengan generasi kita, mereka adalah generasi yang akrab dengan kemajuan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi juga mengubah lingkungan kita, contohnya dengan maraknya bisnis daring. Kesemuanya berdampak pada ilmu akuntansi, oleh karena itu para akuntan pendidik harus selalu meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan jaman agar mampu mendidik calon-calon akuntan yang sesuai dengan tuntutan jaman. Siap beralih dari comfort zone ke competence zone, katanya.

Pendapat Mardiasmo mendapatkan dukungan dari M. Nasir, Menristekdikti yang juga Ketua Dewan Penasehat IAI. Dalam paparannya sebagai pembicara kunci, M. Nasir meminta para dosen akuntansi merespon kompetensi apa yang diperlukan oleh seorang akuntan dewasa ini, di era kompetisi. Sebagai contoh akuntan adalah salah satu profesi, yang menjadi profesi yang bebas bekerja lintas negara dalam rangka penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Masih banyak yang perlu dibenahi, misalnya di Thailand dan Singapura memiliki banyak akuntan profesional, sebaliknya di Indonesia masih sedikit lulusan Program Studi Akuntansi yang kemudian meneruskan pendidikan profesi akuntansi sebagai bekal menjadi akuntan profesional. Untuk itu semoga SNA kali ini mampu menghasilkan rekomendasi untuk perkembangan ilmu akuntansi dan profesi akuntan, jelas guru besar di bidang akuntansi ini.

Pelaksanaan SNA XX di kampus Tegalboto menjadi istimewa dengan penyerahan penghargaan lifetime achievment award dari pengurus IAI untuk M. Nasir. Menurut Nunuy Nur Afiah, ketua Kompartemen Akuntan Pendidik IAI, pemberian penghargaan ini didasari oleh kontribusi M. Nasir selama ini bagi pengembangan ilmu akuntansi dan organisasi IAI. Sementara itu M. Nasir merasa terharu dan bangga atas penghargaan ini. Sepanjang pelaksanaan SNA, seingat saya baru empat kali saya absen, itu pun karena tugas lain. Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan IAI, tutur guru besar akuntansi ini.

Pelaksanaan SNA XX yang dimotori oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember didukung penuh oleh Rektorat, seperti yang disampaikan oleh Moh. Hasan. Saya salut atas kerja keras segenap panitia sehingga ajang SNA XX dapat berlangsung dengan sukses. Apalagi dengan mengusung tema Pandhalungan, frasa budaya yang memang membawa spirit akulturasi budaya di Jember dan daerah Tapal Kuda. Semoga spirit Pandhalungan menjadi inspirasi bagi para peserta SNA XX untuk bersatu padu walau berasal dari berbagai institusi, ungkap Moh. Hasan. (iim)

Sumber: Humas Universitas Jember (UNEJ)