JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir membuka Pertemuan Tahunan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKES) Indonesia

yang digelar di Century Park Hotel Jakarta, Sabtu (19/11). Selain dihadiri para pengurus organisasi asosiasi institusi pendidikan tinggi kesehatan dan perwakilan perguruan tinggi, Pertemuan Tahunan LAM PTKES tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Kemenristekdikti; antara lain Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignyo dan Direktur Jenderal Pembelajaraan dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Intan Ahmad.

Pada kesempatan ini Menristekdikti juga didaulat sebagai pembicara kunci pada Seminar bertema “Peran LAM PTKes dalam Peningkatan Mutu Berkelanjutan Program Studi Kesehatan Melalui Akreditasi di Masa Mendatang”.

Nasir mengatakan, indeks daya saing global Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Maka sudah selayaknya perguruan tinggi ikut berupaya meningkatkan mutu. “Jadi sangat tepat jika LAM PTKes menggelar seminar bertema Peningkatan Mutu Berkelanjutan,” jelas Nasir.

Khusus untuk pendidikan kesehatan, lanjut Nasir, masih harus diperhatikan. “Jadi masalah pendidikan kesehatan merupakan salah satu yang harus mendapat perhatian. Maka itu saya ingin mendorong LAM PTKes – sebagai anak pertama BAN PT – agar bekerja lebih baik dalam peningkatan mutu untuk memperkuat daya saing bangsa. Mudah-mudahan akan segera lahir LAM PT Teknik dan yang lainnya,” tegas Nasir.

Dalam laporannya, Ketua Umum LAM PTKES Usman Chatib Warsa, mengatakan, LAM PTKes bertekad akan mendorong program studi kesehatan bisa dikenal dan diakui secara global sesuai visi misi LAM PTKES sendiri.

Dalam acara ini Menristekdikti menyerahkan sertifikat akreditasi sejumlah perguruan tinggi dari berbagai daerah Indonesia. Penyerahan sertifikat akreditasi ini didampingi Ketua Umum LAM PTKES Usman Chatib Warsa dan sejumlah pejabat lain. (SUT)

Galeri