SEMARANG – Keberadaan Pusat Peraga Iptek (science center) di daerah sangat strategis karena menjadi wahana pelengkap pembelajaran kognitif, psikomotorik dan efektif bagi pengembangan nalar siswa dan generasi muda. Wahana peragaan iptek juga merupakan salah satu sarana pendidikan luar sekolah yang di dalamnya terdapat perpaduan antara pengetahuan dengan unsur hiburan, sehingga masyarakat dapat menemu-kenali konsep dan penerapan iptek dengan mudah, menarik dan inspiratif melalui berbagai peragaan interaktif. Dengan demikian akan tumbuh suatu pemikiran tentang apa, mengapa, bagaimana dan untuk siapa iptek dan inovasi dipelajari, dipahami, digali dan dimanfaatkan.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meresmikan Jateng Science Center (JSC) di Semarang pada 28 November 2016. Science center ini adalah science center keempat yang diinisiasi dan didorong oleh Kemenristekdikti di tahun 2016. Peresmian science center dilakukan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Gubernur Jawa Tengah. Dalam acara peresmian ini, Kemenristekdikti menyerahkan hibah 10 alat peraga sains interaktif yaitu: Gyroextreme, Halilintar, Bola Listrik, Harpa Tanpa Dawai, Jembatan Lengkung, Katrol, Tebak Tanggal Lahir, Menurun Ke Atas, Energi vs Daya, dan Baterai Tangan.

Menristekdikti berharap dengan adanya science center di daerah-daerah, hasil inovasi perguruan tinggi bisa dimanfaatkan masyarakat dan science (iptek) yang dikembangkan dapat dengan mudah dipelajari generasi muda. “Misi pendirian Pusat Peragaan Iptek adalah upaya menumbuhkembangkan pemahaman, apresiasi, motivasi masyarakat mengenai pentingnya pembudayaan iptek dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, kolaborasi dan kemitraan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat terus dijalin untuk memberi perhatian pengembangan budaya iptek di daerah,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir dalam sambutan peresmian pendirian Pusat Peraga Iptek di Semarang, Senin (28/11/16).

Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule menyebutkan upaya perintisan pendirian science center daerah terus dilakukan dan dikembangkan sebagai upaya internalisasi dan peningkatan kapasitas iptek dan inovasi di kalangan generasi muda. Idealnya, science center daerah harus berdiri di seluruh di Indonesia. Untuk itu, Kemenristekdikti berharap agar pemerintah daerah bersama dengan perguruan tinggi dan dunia usaha dapat merespons pentingnya membangun science center di wilayahnya masing-masing. Pusat Peraga Iptek yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta akan mengambil peran dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada setiap daerah yang berkeinginan merintis pembangunan science center di wilayahnya.

Pusat Peraga Iptek di Semarang ini merupakan yang ke-20 yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti sejak dimulai pertama kalinya pada tahun 1991 di Jakarta. Karena wahananya mengandung unsur hiburan, maka manajemennya harus dikelola secara profesional, agar terjaga kemanfaatannya dan tidak membebani keuangan daerah. Juga diharapkan terjalin simbiosis mutualisme antara pemerintah daerah dan stakeholder untuk pengembangan budaya iptek di masa yang akan datang.

Untuk melengkapi dan memeriahkan acara peresmian ini, Pusat Peragaan Iptek (PP Iptek) sebagai instansi di bawah naungan Kemenristekdikti juga mengadakan kegiatan bertajuk “Berbagi Cerita Sains”. “Berbagi Cerita Sains” adalah suatu rangkaian kegiatan yang berisi berbagai program bernuansa sains, antara lain Science Camp (Kemah Ilmiah), Gelar Alat Peraga Sains Interaktif, Science Creativity, Science Experiment, dan Science Demonstration. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 – 30 November 2016 di Puri Maerakaca dan Bale Sumbing, PRPP Semarang. Peresmian Pusat Peraga Iptek di daerah-daerah sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Ke-21 Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang puncaknya telah dilaksanakan pada 10 Agustus 2016 di Surakarta, Jawa Tengah. (APS)

Galeri