Jakarta – Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-47 melahirkan pemikiran inovatif di kalangan remaja. Salah satunya masker lidah mertua yang dibuat oleh Edwin Julianto dan Jerome Adriel Tjiptadi, siswa kelas 2 SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Tangerang.

Jakarta – Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-47 melahirkan pemikiran inovatif di kalangan remaja. Salah satunya masker lidah mertua yang dibuat oleh Edwin Julianto dan Jerome Adriel Tjiptadi, siswa kelas 2 SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Tangerang.

Masker lidah mertua bukan masker pada umumnya. Masker ini memiliki bahan dasar dari ekstrak pregnane glikosida daun lidah mertua.

“Jadi masker ini adalah ekstraksi dari pregnane glikosida yang dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut ethanol yang kadarnya 96%,” ujar Jerome di Auditorium LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, (27/8/2015) malam.

“Identifikasi kandungan pregnane glikosida dilakukan dengan pereaksi Liebermann-Burchard serta spektrofotometri ultraviolet,” tambahnya.

Jerome menambahkan, ide membuat masker yang dapat menyerap polutan berbahaya ini terlintas dari lingkungan sekitar. Polusi udara yang terjadi di Jakarta menurutnya sudah terlalu parah.

“Ide ini sih datang gitu aja. Lihat lingkungan sekitar khususnya Jakarta yang polusi udaranya makin parah. Jadilah masker ini,” ucapnya.

Edwin menuturkan, hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa penyerapan polutan paling optimal diperoleh dari produk masker berbahan kain katun. Masker berbahan kain katun tersebut sudah ada ekstrak preganane glikosida 10% dengan waktu penyerapan 30 menit.

“Mekanisme penyerapan polutan oleh ekstrak pregnane glikosida terjadi secara fisika dan kimia yang dibuktikan dengan perubahan panjang gelombang maksimal serta profil spektra ultraviolet,” jelas Edwin.

Selain itu, Edwin menjelaskan bahwa masker dengan pengharum menthol banyak disukai oleh masyarakat. Masker ini mampu menyerap polutan berbahaya seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan formaldehida.

“Untuk menguji akseptabilitas konsumen terhadap produk masker, dilakukan uji blind test terhadap responden. Mekanisme penyerapan ekstrak pregnane glikosida terhadap polutan dibuktikan dengan spektrofotometri ultraviolet Fourier Transform Infra Red (FTIR) Spectrophotometry,” tuturnya.

(yds/dhn)

http://news.detik.com/berita/3003510/masker-lidah-mertua-penyerap-polutan-berbahaya-karya-siswa-sma