LAPAN menyelenggarakan sosialisasi Open Journal System (OJS). Kegiatan ini diikuti oleh para peneliti dan perekayasa LAPAN di Kedeputian Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Kedeputian Bidang Penginderaan Jauh, dan Kedeputian Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa. Sosialisasi berlangsung pada 23 dan 24 Januari di LAPAN Bandung, 25 dan 26 Januari di Pustekdata, Jakarta Timur, dan 2 dan 3 Februari di Pustekroket, Bogor.

Menurut Kepala Biro Kerjasama, Humas, dan Umum LAPAN, Ir. Christianus R. Dewanto, penggunaan OJS ini diharapkan akan meningkatkan kualitas jurnal LAPAN sehingga akreditasinya tetap baik.

Open Journal System merupakan aplikasi pengelolaan jurnal secara elektronik. Dengan adanya aplikasi ini, maka penulis dan penyunting dapat dengan mudah mengakses jurnal yang sedang diproses. Saat ini, penggunaan jurnal elektronik sangat penting untuk dilaksanakan oleh para lembaga penerbit jurnal. Hal ini disebabkan, penggunaan jurnal elektronik ini juga merupakan upaya untuk penyebarluasan jurnal kepada masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara luas.

Adanya OJS juga mempermudah penulis dalam mengirimkan naskah yang akan dipublikasikan. Penulis juga dapat mengunduh template artikel sehingga memudahkan untuk menyusun naskah sesuai gaya selingkung jurnal.

Pengelolaan jurnal secara elektronik memiliki keunggulan dalam mencegah terjadinya plagiarisme makalah. Selain itu, penggunaan e-jurnal juga menjadi salah satu penilaian dalam memperoleh akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Saat ini LAPAN memiliki empat jurnal terakreditasi yaitu Jurnal Teknologi Dirgantara, Jurnal Sains Dirgantara, dan Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital.

Kepala Bagian Humas LAPAN, Jasyanto, saat sosialisasi, mengatakan bahwa terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh penerbit untuk keberhasilan akreditasi jurnal. Langkah tersebut yaitu menggunakan aplikasi e-jurnal sesuai standar penerbitan jurnal serta menjalankan bisnis proses penerbitan secara online. Meskipun penggunaan e-jurnal berpengaruh pada akreditasi, namun substansi makalah tetap menjadi komponen terbesar untuk penilaian. Untuk itu, Jasyanto berharap para penulis dapat meningkatkan kualitas makalah yang diterbitkan.

Pengelolaan OJS memiliki perbedaan dengan sistem pengelolaan jurnal konvensional. Sutrisno Heru Sukoco dari LIPI, saat menjadi pembicara dalam sosialisasi, Kamis (2/2), mengatakan bahwa dalam sistem konvensional, pengelola jurnal umumnya terdiri dari editor in chief, managing editor, dewan editor, sekretariat, dan reviewer. Sementara itu, dalam OJS, peran-peran yang terlibat yaitu journal manager, editor, section editor, copy editor, layour editor, proofreader, reviewer, author, dan IT Support.

sumber: https://www.lapan.go.id/index.php/subblog/read/2017/3238/LAPAN-Tingkatkan-Kualitas-Publikasi-Melalui-Jurnal-Elektronik/berita