Jakarta – Belajar dari Daun talas, dua anak SMA ini membuat inovasi bahan material yang bisa membuat kaca gedung selalu kinclong. Bagaimana caranya?

Jakarta – Belajar dari Daun talas, dua anak SMA ini membuat inovasi bahan material yang bisa membuat kaca gedung selalu kinclong. Bagaimana caranya?

Berawal dari melihat air di daun talas, dua siswa SMA ini menciptakan satu teknologi di mana sebuah material bisa membersihkan diri sendiri jika disiram air. Teknologi ini diberi nama “Self Cleaning Material dari Limbah Borosilikat Glass”.

Karya Tuah Kudratzat dan Sekarini Wening Ayu ini terpilih menjadi Pemenang Harapan Kedua Lomba Karya Ilmiah Remaja Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ke-47 bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. Siswa SMAN 3 Semarang ini menciptakan alat yang simple dan murah.

Latar belakang pembuatan ini adalah saat mereka melihat banyaknya gedung-gedung tinggi di Semarang yang tidak terawat, dan untuk membersihkan gedung-gedung itu membutuhkan biaya yang mahal. Mereka membayangkan sebuah teknologi yang memungkinkan gedung itu bisa bersih sendiri tanpa dibersihkan.

“Daun talas itu kalau dikasih air itu kan nggak masuk airnya, butiran air itu membawa debu ke mana-mana. Sedangkan kalau di tembok air yang disemprotkan turun tapi kotorannya tetap nempel di tembok. Jadi bagaimana menciptakan material yang memiliki efek seperti daun talas yang bisa bisa membersihkan dirinya sendiri,” kata Tuah saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/9/2015).

Tuah dan Sekar lalu mencoba menggunakan limbah dari kaca dan gelas borosilikat (gelas yang biasa digunakan di labolatorium) yang sudah tidak terpakai. Gelas dan kaca itu dipanaskan dengan suhu sangat tinggi hingga melebur lalu disaring hingga menjadi bubuk halus hingga 10 mikron. Bubuk itu lalu dicampur dengan resin agar bisa ditempelkan di material seperti tembok, kaca dan lainnya.

Dalam pameran di LIPI Tuah mencontohkan menggunakan multipleks. Mereka menyemprotkan air ke multipleks itu, bagian yang tidak dilapisan self cleaner debu tetap menempel. Sementara multipleks yang dilapisi self cleaning mampu menghasilkan butiran air untuk membersihkan debu.

“Self cleaning material itu kalau dilapisi ini bisa menciptakan butiran air di permukaan, jadi bisa membawa debu kayak di daun talas. Misal di daun talas terkena debu terus ada air hujan. Air hujan jatuh di daun talas itu dalam bentuk butiran air dan mampu membersikan butiran air itu karena bisa membentuk butiran air, kalau di tembok dan lainnya itu tidak bisa menciptakan air,” katanya.

Menurut Tuah teknologi daun talas ini sudah ada di Amerika Serikat, Jerman dan Jepang. Namun mereka menggunakan bahan titanium oksida dan zink oksida dan masih ada beberapa kelemahannya.

“Kelemahan yang di Amerika Serikat, Jerman dan Jepang itu ada tiga yakni harganya mahal, risetnya lama dan pelimpahan (bahan) di alamnya kurang. Oleh karena itu kami berinovasi mengganti bahan tersebut dengan limbah gelas borosilikat. Ini juga masih dalam riset dan akan terus dikembangkan lagi,” ucap Tuah.
(mad/dra)

http://news.detik.com/berita/3009700/belajar-dari-daun-talas-2-siswa-sma-ini-bisa-bikin-kaca-gedung-selalu-kinclong