Washington DC 2 Oktober 2017. Hujan yang mengguyur kota Boston, tidak mempengaruhi antusias penduduk kota yang terkenal dengan sebutan “kota pelajar” untuk menikmati sajian hiburan budaya dan kuliner dalam acara yang bertajuk “The 2017 New England Indonesian Festival”. Acara yang digelar oleh  Perhimpunan Pelajar Indonesia Amerika Serikat (Permias) Massachusetts  yang telah berjalan selama 5 tahun berturut-turut, sekali lagi mengguncang Boston pada hari Sabtu, 30 September 2017 yang pada hari itu dihadiri oleh sekitar 5,000an orang, sebagai festival Indonesia terbesar dan paling banyak dicari di wilayah New England. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC ambil bagian dalam acara tersebut dengan mengirimkan Group Reog Singolodoyo dalam sajian budaya dan kuliner tersebut. Ribuan orang yang hadir antusias dan memberikan tepuk tangan yang meriah ketika Reog Singolodoyo tampil di panggung. Pada awalnya penonton tidak mengerti dengan apa yang akan ditampilkan, akan tetapi setelah salah seorang mahasiswa Permias memperkenalkan dan membacakan jalan cerita penampilan Reog Singolodoyo tersebut, antusias penonton semakin tinggi.

Kedutaan Besar Republik Indonesia dalam kesempatan tersebut turut memperkenalkan dan mempromosikan pendidikan, keragaman budaya, pariwisata dan produk kuliner asli Indonesia. Sebagai kelanjutan dari Program DC Vegan Festival 2017, Atase Pertanian bekerjasama dengan Pensosbud kembali mengajak serta Indonesian Tempe Movement dalam mempromosikan tempe Indonesia. Selain tempe, KBRI juga mempromosikan makanan ringan lainnya, yaitu :

  1. Keripik tempe original dan pedas;
  2. Kacang Pilus Garuda;
  3. Permen Kopiko; dan
  4. Mixed Roots Chips.

Seluruh makanan ringan Indonesia yang dipromosikan dapat ditemui di Toko Makanan Asia di AS sehingga memudahkan warga lokal untuk membelinya. KBRI juga mempromosikan pariwisata Indonesia yang lebih well-targetted yaitu destinasi diving Indonesia yang mencakup Raja Ampat di Papua, Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Bunaken di Sulawesi Utara. Pada kesempatan tersebut, Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan turut memperkenalkan bacaan anak-anak “Si Komodo Mau Main Musik, Komodo wants to play music”. Buku ini ditulis dengan dual bahasa, baik Indonesia dan Inggris. Buku bacaan ini merupakan buku indah yang bisa dibaca semua umur untuk memperkenalkan komodo dan habitas asalnya, Indonesia, negara kepulauan yang kaya dengan ragam budaya dan keindahan alam, “kata Budi Bowoleksono, Duta Besar Republik Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat”.

 

Meskipun Cuaca kurang baik, dimana pada hari itu hujan deras dan berangin, akan tetapi KBRI mencatat sebanyak 316 pengunjung menghampiri booth KBRI untuk mencicipi keripik tempe dan makanan ringan Indonesia lainnya, serta untuk mencari info mencari info lebih jauh mengenai destinasi diving di Indonesia.

 

Selain Reog Singolodoyo Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), kelompok seni Budaya yang berasal dari New York, yang menampilkan Tari Merak, Tari Ngarojeng, Tari Cendrawasih, Tari Kipas, Tari Tifa NTT, Tari Tor-tor Tandok, Tari Nandak Ganjen, Tari Giring-giring, Tari Bajidor Kahot, Ondel-ondel dan Medley, Tari Piring, Tari Tanjung Katung serta group Band setempat, Java Jukebox, sempat memeriahkan acara tersebut. (Atd)