Pakar IPB University: Penting Menjaga Ekosistem Laut Indonesia

Sebagai negara yang terdiri dari puluhan ribu pulau, Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang luar biasa. Namun, pulau-pulau tersebut tak lepas dari potensi ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan sumberdaya alam yang tersedia.

Indonesia merupakan negara kelautan tropis terbesar di dunia dan memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Potensi sumberdaya hayati laut di wilayah pesisir dan laut di Indonesia selalu dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pengembangan ekonomi dan sosial budaya masyarakat.

Terkait sumberdaya alam tersebut, Dr Hawis Madduppa mengatakan ekosistem pesisir seperti ekosistem terumbu karang, lamun, dan mangrove saja dapat memberikan banyak kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

“Ketiga ekosistem tersebut dapat memberikan kontribusi berupa jasa-jasa ekosistem seperti jasa provisi, jasa habitat, jasa kultural, dan jasa penelitian,” ujar Dr Hawis yang merupakan Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.

Baca Juga :  Adaptasi dan Adopsi Teknologi di FKUI dalam Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19

Jasa provisi, katanya, dapat memberikan pengaturan dalam menyediakan pangan, bahan baku ataupun energi. “Selain itu, ekosistem juga memberikan jasa seperti pengaturan gas dan udara sehingga kita mendapatkan atmosfer lingkungan yang sangat baik, memelihara seluruh keanekaragaman hayati yang berasosiasi dengan ekosistem, dan memberikan jasa kultural yang banyak dimanfaatkan dalam ekonomi kreatif serta jasa penelitian yang mampu mendongkrak perekonomian,” kata Dr Hawis dalam seri webinar Ekonomi Biodiversitas Akademi Ilmuwan Muda Indonesia, 27/4.

Dr Hawis juga memaparkan cara agar masyarakat dapat menjaga keanekaragaman hayati laut Indonesia supaya tetap lestari. “Pertama, kita perlu melakukan pendataan, monitoring dan evaluasi terhadap semua ekosistem yang ada di Indonesia. Selain itu, kita juga harus menjaga penebangan hutan tetap terkendali karena kejadian-kejadian yang ada di daratan juga akan berpengaruh ke laut,” ujar Dr Hawis.

Baca Juga :  Webinar Series MWA UI dan Kementerian Riset dan Teknologi Bahas Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan di Indonesia

Selain itu, lanjut Dr Hawis, diperlukan sistem untuk menjaga pencemaran laut supaya tidak terjadi pencemaran secara masif. Tidak hanya itu, menurutnya, perlu melakukan biomonitoring untuk spesies asing invasif dan secara keseluruhan melakukan konservasi terhadap ekosistem pesisir yang ada di Indonesia.

“Semua hal tersebut dilakukan demi mempertahankan nilai ekologi maupun nilai ekonomi keanekaragaman hayati laut Indonesia. Ekonomi kita melekat pada alam, bukan di luarnya. Oleh karena itu, kita harus berfikir untuk memanfaatkannya untuk kesejahteraan manusia bersama,” pungkas Dr Hawis. (*/RA)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
105 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x