Pakar Ilmu Keluarga IPB University Bicara Penguatan Fungsi Keluarga Periode 1000 HPK

Periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) adalah masa yang paling kritis dan sekaligus masa emas bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Periode 1000 HPK terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pertama kehidupan anak pasca melahirkan (di bawah dua tahun). Kerusakan yang terjadi pada periode tersebut akibat salah pengasuhan dapat bersifat permanen dan  berdampak jangka panjang. Oleh karena itu periode 1000 HPK merupakan masa terpenting dalam hidup seseorang dan fondasi kehidupan anak di masa depan.

Pada saat ini periode 1000 HPK menjadi perhatian banyak pihak karena dikaitkan dengan pencegahan dan penanganan stunting. Stunting merupakan indikator malnutrisi kronik yang menggambarkan riwayat kurang gizi dalam jangka waktu lama, khususnya gizi 1000 HPK.  Dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting maka Dinas Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengasuhan Periode 1000 HPK kepada Kepala Desa dan Ketua Tim Penggerak PKK, dari 30 desa lokus stunting di Kabupaten Bogor.  

Baca Juga :  UI Peringkat 8 di Asia Tenggara, Tempati Posisi Terbaik di Indonesia versi The Times Higher Education 2021

Pada acara tersebut hadir sebagai narsumber adalah Dr Tin Herawati sebagai Ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (IKK Fema) IPB University yang menyampaikan materi Pentingnya Penguatan Fungsi Keluarga di Periode 1000 HPK untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting.

Menurutnya, keluarga harus melaksanakan fungsinya dengan baik untuk menghasilkan sumberdaya manusia berkualitas. Pelaksanaan fungsi keluarga akan berpengaruh pada pola pengasuhan orangtua terhadap anaknya. Oleh karena itu fungsi keluarga yang berjalan dengan baik akan berpengaruh positif terhadap kualitas dan kesejahteraan anak. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa fungsi keluarga yang berjalan dengan baik akan berpengaruh terhadap perilaku yang lebih baik terhadap investasi anak.

“Untuk pencegahan dan penanganan stunting maka salah satu kunci pentingnya adalah penguatan fungsi keluarga. Keluarga memiliki delapan fungsi yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.  Fungsi keluarga harus dilakukan secara serasi, selaras dan seimbang oleh seluruh anggota keluarga serta menjadi pijakan dan tuntunan setiap keluarga,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Fakultas Teknik UI Raih Juara Dua Lomba Keilmuan Teknik Industri Se-Asia

Untuk mendukung acara tersebut, hadir juga Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Elma Triyulianti yang menyampaikan Kebijakan Pola Pengasuhan 1000 HPK dalam Pencegahan Stunting.  Menurutnya, BKKBN Provinsi Jawa Barat sudah melaksanakan berbagai program untuk penanganan dan pencegahan stunting.

“Kegiatan-kegiatan tersebut perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai target 14 persen prevalensi stunting pada tahun 2024. Beberapa contoh kegiatan yang dilaksanakan BKKBN adalah Bina Keluarga Balita (BKB), Edukasi Keluarga 1000 HPK yang dikenal dengan Akademi Jabar Juara, Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Infomasi dan Konseling Remaja,” ujarnya.

Selanjutkan Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Drs Asep Fahrudin MM menyatakan bahwa Kabupaten Bogor sudah melaksanakan program Akademik Keluarga Hebat Indonesia 1000 HPK untuk Pencegahan Stunting, kerjasama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fema IPB University. Menurutnya, pada tahun 2021 program tersebut akan diperluas lagi di 30 desa lokus stunting. 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
188 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x