Awardees IISMA Berbagi Wawasan dan Pengalaman Studi di Asia Lewat Talk Show Tales from Around the World

Mahasiswa penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2023 berbagi wawasan serta pengalaman yang mereka peroleh selama menjalani studi satu semester di berbagai perguruan tinggi Asia lewat gelar wicara atau talk show yang diselenggarakan secara daring Jumat (20/10) lalu. Acara bertajuk ‘Unwrapping Hidden Gems in Asia’ ini merupakan bagian dari Tales from Around the World, salah satu penugasan atau challenge yang wajib dilakukan oleh seluruh peserta Program IISMA sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka dalam program ini.

“Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Program IISMA bersama dengan awardees dan alumni, yang tujuannya memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para mahasiswa maupun siswa yang berminat untuk kuliah di luar negeri khususnya melalui program IISMA,” tutur Rachmat Sriwijaya selaku Kepala Program IISMA.

Di samping peserta dan alumni Program IISMA, acara ini turut menghadirkan mahasiswa dan dosen yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri. Mereka berbicara mengenai pengetahuan, keterampilan, serta hal-hal positif yang diperoleh selama masa belajar di kawasan Asia.

Ketua acara Tales from Around the World Asia, Raynor Herfian Iqbal Fawwaz menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan suatu hal yang sangat penting bagi dirinya serta awardees IISMA di berbagai negara di kawasan Asia. “Melalui challenge ini kami bisa berbagi, bercerita, dan membicarakan tentang studi serta pengalaman tentang kehidupan sebelum, ketika, dan setelah belajar di luar negeri terutama di kawasan Asia,” jelas Raynor.

Baca Juga :  Ditjen Diktiristek Optimis Daya Serap Anggaran di Perguruan Tinggi Capai Target Maksimal di Akhir Tahun

Enam orang awardees dan alumni Program IISMA ikut berbagi cerita dalam kegiatan ini. Mereka adalah Fajri Asshiddiqi (Alumni IISMA Daegu Catholic University), Nadhifa Nurul Arsyaraini (Alumni IISMA Universiti Kebangsaan Malaysia), Andrew Bony Nabasar Manurung (Alumni Middle East Technical University), Putri Faiqdini Baihaqi (Alumni IISMA Chulalongkorn University), Annisa (Awardee IISMA Keio University), dan Rahmadani Najwa Alfriza (Awardee IISMA Ulsan College).

Mereka bercerita bagaimana IISMA memberikan dampak positif terhadap masing-masing awardees. “Pengalaman yang diberikan IISMA adalah salah satu pengalaman yang life changing untukku serta membuka banyak perspektif baru. Ada banyak pengalaman first time yang aku dapatkan lewat IISMA,” tutur Nadhifa.

Mahasiswa Indonesia lainnya yang hadir yakni Haikal Hazazi (Mahasiswa S2 Indonesia di Nanyang Technological University, Singapura), Ibrahim (Mahasiswa S2 Indonesia di Daegu Catholic University,Korea Selatan), dan Alfi Syahri Ramadhan (Mahasiswa S2 Indonesia di Chin-yi University of Technology, Taiwan).

Baca Juga :  Ditjen Diktiristek Berikan Tambahan Anggaran 1,9 Triliun bagi PTN-BH

Perbedaan pendidikan dan lingkungan di Indonesia dengan di luar negeri menjadi salah satu topik yang dibahas dalam talk show tersebut. Mereka menjelaskan bahwa meski memiliki banyak persamaan karena sama-sama terletak di kawasan Asia, akan tetapi terdapat keunikan di masing-masing negara baik di dalam kepribadian, bahasa, maupun budayanya. “Setiap bangsa dan setiap negara punya kepribadiannya masing-masing, misalnya di Taiwan sendiri kerja kerasnya dan keuletannya dalam bekerja,” tutur Alfi.

Talk show ini mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta, yang tampak dari keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan dan merespons pembicaraan para narasumber. Selain memberikan pengetahuan tentang studi di luar negeri secara umum, kegiatan ini juga cukup penting untuk memberikan wawasan kepada calon pendaftar IISMA agar dapat memahami dan mempersiapkan diri mereka mengikuti program IISMA pada tahun mendatang.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
290 Views