JAKARTA – Hubungan dan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swedia kian meningkat pasca Kunjungan Kenegaraan Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Sylvia dari Kerajaan Swedia ke Indonesia pada 21-25 Mei 2017. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat itu, berkesempatan menyambut langsung kedatangan Raja dan Ratu Swedia di Bandara Halim Perdana Kusuma pada bulan Mei 2017 yang lalu. Kunjungan Kenegaraan ini membawa misi untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Swedia. Bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi merupakan beberapa bidang yang menjadi fokus kedua Negara untuk ditingkatkan kerjasamanya

Sebagai tindak lanjut kerjasama kedua Negara tersebut, pada hari Rabu, 4/10/2017, dilakukan penandatanganan ‘Memorandum of Understanding’ (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Perwakilan dari Kerajaan Swedia mengenai kerjasama di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi, bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Mohamad Nasir dengan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Kerajaan Swedia Helene Hellmark Knutsson. Turut menyaksikan penanda tanganan adalah Sekretaris Jenderal Ainun Na’im , Duta Besar Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsoro, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Direktur Jenderal Belmawa Intan Ahmad, SA Hari Purwanto, Nada Marsudi Karo KSKP, Gamal Naseer SKM Komunikasi.

Melalui kerjasama ini, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) dan Kementerian Pendidikan dan Riset Kerajaan Swedia akan kian memperkuat hubungan persahabatan. Kedua negara memahami kepentingan bersama mereka untuk mempromosikan dan mendorong kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerja sama ini akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan riset,teknologi dan pendidikan tinggi, pertumbuhan ekonomi nasional, pembangunan berkelanjutan, dan pembangunan sosial kedua negara.

Tujuan MoU ini adalah mempromosikan kerja sama di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi kedua negara, berdasarkan prinsip persamaan dan keuntungan bersama. Kerja sama ini melibatkan banyak pihak dari kedua negara, antara lain berbagai instansi pemerintah, lembaga nonpemerintah, organisasi, dan entitas terkait lainnya.

Bentuk kerja sama yang disepakati dalam MoU ini antara lain riset ilmiah serta program dan proyek inovatif; kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi berkenaan dengan mobilitas mahasiswa; peningkatan kapasitas kerja sama dosen, peneliti, spesialis dan ahli; konferensi ilmiah, seminar, dan simposium, pameran Iptek dan teknologi; pengembangan dan penilaian kurikulum, serta kualifikasi; pertukaran informasi untuk memfasilitasi pengakuan akademis terhadap gelar dan sertifikat yang diberikan oleh institusi pendidikan; kolaborasi antara organisasi riset, teknologi, dan pendidikan tinggi dalam penelitian dasar, terapan, serta industri termasuk model riset, pengembangan maupun inovasi baru; dan bentuk kerja sama lainnya yang akan diputuskan oleh kedua negara.

Dalam sambutannya Menteri Nasir mengatakan bahwa Indonesia dan Swedia dalam kerjasama bilateral Iptek dan Inovasi telah memulai hubungaan bilateral sejak 2011. Swedia saat ini berada dalam peringkat ke 2 ranking di dunia, dan Indonesia dapat belajar banyak dari pengalaman2 mereka terutama dalam bidang Technoentrepreneurship, pengembangan Science Techno Park, serta dalam tematik area kesehatan, energy, ICT (termasuk smart city), manajemen transportasi (Swedia terkenal dengan Skania bus), tata kelola hutan dan lingkungan. Selain itu, Menteri Nasir juga meyakini bahwa kerjasama RI Swedia ini dapat mendongkrak jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia untuk dapat masuk dalam 500 peringkat terbaik kelas dunia. Indonesia akan mengundang beberapa Proffessors dari Swedia, antara lain dalam program ‘World Class Professor’ untuk bekerja sama dengan PT di Indonesia.

Menteri Nasir juga berpartisipasi pada acara ‘Roundtable Meeting’ dengan para Rektor dan atau perwakilan dari Universitas di Indonesia dan Swedia di Hotel Mandarin. Acara ini diselenggarakan oleh Kedubes Swedia di Jakarta dan merupakan ajang dialog guna mendiskusikan perkembangan Ristekdikti terkini dari kedua Negara. Diyakini, hubungan bilateral kedua Negara akan lebih menguat di masa yang akan datang. (FH/NF)

Galeri