WASHINGTON, D.C. – Panitia IlluminAsia mencatat, setidaknya tidak kurang dari 45.000 (empat puluh lima ribu) orang hadir menyaksikan festival untuk merayakan Pembukaan kembali Museum Smithsonian Institute direnovasi. Festival yang mengusung tema IlluminAsia : “A Festival of Asian Art, Food and Cultures,” pada tanggal 14-15 Oktober 2017, dilangsungkan di National Mall dan kompleks Museum. Dalam kesempatan tersebut, KBRI turut ambil bagian dalam rangka mempromosikan kekayaan budaya dan kuliner Indonesia.

“Ini adalah kesempatan kita untuk terus kenalkan publik Amerika Serikat dengan kekayaan budaya dan kuliner Indonesia yang berkualitas, khusus kepada generasi muda Amerika Serikat. Dengan berbagai kegiatan seni dan workshop, melalui workshop mewarnai wayang dan pembuatan janur, kami mengenalkan Indonesia secara langsung di Amerika Serikat”, demikian ditegaskan Ismunandar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan”. Dalam promosi ini KBRI bekerja sama dengan Rumah Indonesia (RI), masyarakat Bali DC, mahasiswa Indonesia (PERMIAS), termasuk ibu-ibu Dharmawanita KBRI DC,  Chef Muda berbakat Nugraha Adi Wardhana dan Chef Adit Biyantomo.

Pada hari pertama tanggal 14 Oktober, KBRI menyelenggarakan workshop mewarnai wayang, yang dimulai pada pukul 5 sore hingga 10 malam. Pengunjung sangat antusias ikut dalam antrian. Tercatat setidaknya lebih dari 400 orang hadir untuk mengikuti workshop ini. Sedangkan untuk hari kedua workshop, KBRI mempersembahkan workshop melipat Janur, guna memperkenalkan berbagai macam dekorasi tradisional Bali. Dalam workshop ini para peserta, baik anak-anak maupun dewasa, diajarkan bagaimana membuat hiasan/dekorasi tradisional Bali dan bentuk-bentuk hiasan lainnya menggunakan janur maupun pita. Hiasan-hiasan sebagai bentuk dekorasi bali diantaranya bentuk penjor, hiasan adat, dan ketupat sedangkan khusus untuk anak-anak, dalam bentuk ikan-ikanan dan burung-burungan. Anak-anak maupun orang dewasa sangat ber-antusias mengikuti workshop ini, dan sekitar 600 orang anak-anak maupun dewasa hadir dalam workshop hari ke2 ini. Selain menyelenggarakan workshop ini, KBRI juga memasang penjor yang sangat tinggi, yang sangat menonjol di arena pameran.

Sesi kedua rangkaian program Indonesia dalam IlluminAsia diisi oleh demo kuliner oleh Chef Nugi (lahir di Inonesia, dan sekarang bermukim di Dubai) dan Chef Adit (lahir di Indonesia dan sekarang bekerja di restoran ternama di DC), mereka menampilkan masakan ayam dan tempe bumbu cabai hijau masak dalam bambu, urapan sayur dan klepon. Pada kesempatan ini digunakan juga tempe karena KBRI sedang mendukung tempe movement. Pada 2 sesi demo kuliner ini tidak kurang dari 300 orang hadir menyaksikan.

Salah satu highlight IlluminAsia adalah pergelaran wayang Bali dengan lakon Sutasoma. KBRI bekerjasama dengan komunitas gamelan Bali Raga Kusuma, yang dipimpin oleh Prof. Andy McGraw. Wayang Bali ini dibawakan oleh dalang Gusti Sudarta, seorang master wayang dari ISI Denpasar, yang menceritakan tentang Pengeran Sutasoma, bodhisattva legendaris yang meninggalkan kehidupan istana untuk belajar di hutan. Pertunjukan dilaksanakan 2 kali, pada Sabtu tanggal 14 Oktober pukul 9:30pm – 11.00pm di halaman Museum Freer dan Minggu tanggal 15 Oktober di Discovery Theatre pukul 11:30am – 13:00pm,. Tak kurang dari 300 penonton yang hadir pada 2 hari pertunjukan. Mereka sangat terpukau dengan pementasan wayang kulit Bali ini. Selain pertunjukan dan workshop yang dipersembahkan oleh KBRI, tercatat ada dua diaspora Indonesia yang diundang langsung oleh Smitsonian Institute untuk meramaikan acara pembukaan ini, yakni artis hip hop Rizki Rachmat dan Cita Sadeli Chelove pelukis mural. (Atd)