BEKASI – Koneksi jaringan internet dengan menggunakan wifi menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Layanan wifi saat ini pun tak terbatas di perkantoran dan tempat publik saja. Perumahan pribadi pun tak luput dari penggunaan wifi. Pasalnya, saat ini tidak hanya komputer saja yang membutuhkan koneksi tersebut. Ponsel pintar, tablet dan laptop pun harus terkoneksi wifi. Belum lagi perangkat pintar yang terpasang di seluruh rumah seperti televisi dan lainnya.

Salah satu produk menarik yang dipamerkan pada Indonesia Innovation and Innovators Expo (I3E) 2016 di Mall Grand Metropolitan Bekasi, (18/11), adalah balon wifi kuat sinyal yang diberi nama Helion.

Helion sebuah inovasi anak bangsa dalam menjangkau area yang belum mendapatkan kebutuhan koneksi yang layak, dengan konsep flying bts berupa balon yang tambatan/dikendalikan dari jarak jauh. Menggunakan vsat dan fiber optic sebagai backhaul agar dapat membagi koneksi via wifi dalam cakupan area yang luas tanpa khawatir mengalami penurunan kuatan sinyal.

Selain berfungsi sebagai flying bts, helion juga berfungsi sebagai media advertising saat diterbangkan atau melakukan pemetaan lainnya untuk kebutuhan nasional.

Teknologi balon yang bisa membawa konektivitas tersebut dikembangkan oleh PT. Integrasi Sinergi Teknologi (insitek), startup asal Bandung dibawah pimpinan Hagorly M Hutasuhut, yang fokus pada teknologi antariksa, dirinya juga sebagai salah satu tenant dari Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Insitek sendiri merupakan startup yang didirikan pada November tahun 2014 silam. Hagorly mengatakan hingga saat ini perusahaan masih didanai oleh pribadi. Hanya saja insitek mendapatkan insetif dari program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kementerian, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terkait dengan pengembangan proyek helion ini.

Diketahui project helion ini serupa dengan project loon milik google. Dengan balon, project helion memungkinkan memberikan konektivitas pada area-area tertentu seperti daerah rural, hutan, perbatasan, dan tempat konser yang biasanya sulit mendapatkan konektivitas.

Ide pembuatan helion ini berawal saat masih menjadi mahasiswa dan melakukan kegiatan riset dan mengikuti program IBT Kemenristekdikti dan berhasil mendapatkan dana insentif.

“Tahap pertama yang kami lakukan setelah mendapatkan program IBT kemenristekdikti, kami membuat prototyping, kemudian kami juga didukung oleh salah satu kementerian yaitu kemenkominfo, ketika terpublikasi di media, kami langsung dihubungi oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI), setelah itu kita melakukan rapat dan negosiasi selama 1 tahun, akhirnya dapatlah kesepakatan APJI ini adanya keinginan untuk bekerjasama dengan kita yang telah tertuang dalam MOU,” ujar Hagorly saat ditemui di lokasi I3E 2016 yang digelar sampai 20 November 2016.

Pemerintah sebagai salah satu bagian dari triple helix (akademisi, bisnis, pemerintah), diharapkan memberikan ruang untuk bisnis agar tumbuh dan tentunya memberikan insentif bagi para pebisnis muda, tambahnya.

Galeri