BALI – Menristekdikti Mohamad Nasir luncurkan Pusat Unggulan Teknologi Green Tourism di Politeknik Negeri Bali (PNB). Hal itu dilakukan Nasir saat menghadiri rangkaian acara Dies Natalis ke-30 Politeknik Negeri Bali, di Kampus PNB, Jimbaran, Senin (25/9).

Direktur PNB Made Mudhina mengatakan bahwa saat ini jumlah mahasiswa PNB sekitar 4.600 mahasiswa, sedangkan rasio dosen 1 : 13, dengan beberapa program studi terapan untuk menyokong potensi lokal. Bali, lanjutnya juga dikenal dengan industri pariwisata yang sangat maju, oleh karena melihat potensi itu perlu ada satu keunggulan khusus yang dimiliki.

“Misi pengembangan dari adanya green tourism adalah PNB bisa mempunyai keunggulan dalam teknologi bidang kepariwisataan yang menjaga kearifan lokal,” terangnya.

Menristekdikti dalam arahannya pada acara tersebut menitikberatkan pada penyiapan dosen-dosen vokasi agar kelangsungan green tourism lebih baik, dengan cara peningkatan akademik dosen. Selain itu menurut Nasir proses pembelajaran juga jangan hanya banyak di kelas, tetapi lebih banyak praktik.

“Pola akademik yang saat ini paling baik untuk Politeknik adalah pola 3-2-1, 3 semester teori di kelas, 2 semester di praktik di industri, dan 1 semester untuk tugas akhir. Masing-masing prodi pun harus di sertifikasi oleh lembaga sertifikasi profesi, sehingga setiap Politeknik mempunyai standar yang sama untuk kompetensi lulusannya. Dosen pun juga harus disertifikasi pada bidang vokasinya masing-masing,” ujarnya.

Nasir berharap dengan adanya pusat unggulan teknologi green tourism ini, mutu PNB makin menjadi baik, karena dengan konsep ini antara permintaan industri dan keluaran teknologi serta lulusan akan menjadi seimbang.

“Pusat unggulan teknologi seperti inilah yang diharapkan oleh Kita bersama, karena sesuai dengan perkembangan potensi daerah masing-masing,” tuturnya. (DZI)

Galeri