JAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan PT. Garansindo Surabaya menggelar uji jalan dan breakdown komponen motor listrik GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) dari Jakarta menuju Bali pada 7-13 November 2016.

Tujuan Tour de Jawa-Bali adalah untuk menguji keandalan dan ketahanan motor listrik GESITS, sekaligus untuk sosialisasi kepada masyarakat. Dari kegiatan GESITS Tour de Jawa-Bali ini, tim peneliti akan bisa memperoleh masukan sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan GESITS. Direncankana, motor listrik karya anak bangsa Indonesia tersebut akan mulai diproduksi massal pada tahun 2017 nanti.

“Saya harap GESITS mampu melihat peluang pasar sepeda motor agar bisa menjadi kompetitor dalam industry sepeda motor di Indonesia, dan bisa menjadi motor pilihan masyarakat,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir saat melepas motor GESITS untuk diuji coba, Senin (7/11) di Gedung II BPPT Jakarta.

Nasir sangat mendorong proses hilirisasi hasil riset  dari Perguruan Tinggi khususnya dari ITS dan PT. Garansindo Surabaya tersebut. Nasir mengatakan riset tidak cukup berhenti pada publikasi tapi harus sampai komersialisasi. Untuk itu menurutnya riset juga perlu didukung regulasi yang jelas, sama seperti halnya motor GESITS.

“Mudah-mudahan kedepan bisa menjadi langkah awal produk yang dihasilkan putra Indonesia untuk membangkitkan teknologi di Indonesia,” harap Nasir.

Motor listrik nasional pertama Indonesia ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 100 km per jam. Daya jelajahnya didukung baterai berkapasitas 5 KWh. Dalam sekali pengisian, GESITS bisa menempuh jarak hingga 100 km. Dan yang menarik, baterai motor listrik ini dapat diganti layaknya baterai smartphone. (SUT/FLH)

Galeri