Memperingati Hari Standar Dunia (14 Oktober) dan Bulan Mutu Nasional (10 November mendatang), Badan Standardisasi Nasional (BSN) Menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertema “Penerapan SNI di Daerah Sebagai Roda Penggerak UMKM untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi”. Ini adalah yang pertama kalinya kegiatan tersebut diselenggarakan di daerah, yang mana pada tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan di Jakarta. Peringatan Bulan Mutu Nasional juga diselaraskan dengan peringatan HUT ke-348 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dua belas (12) rangkaian kegiatan Bulan Mutu Nasional (BMN) tersebut diselenggarakan pada tanggal 24 – 26 Oktober di Grand Clarion Convention, Kota Makassar. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir.

“Peringatan BMN kali ini diselenggarakan di Sulawesi Selatan karena Sulawesi Selatan dikenal sebagai lokomotif pembangunan Indonesia Timur,” ujar Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam sambutannya. Bambang pun menambahkan bahwa BSN merasa provinsi Sulawesi Selatan layak dijadikan tempat penelenggaraan peringatan BMN karena Sulawesi Selatan pernah mendeklarasikan sebagai Provinsi ber-SNI.

Tema BMN kali ini merupakan harapan dari BSN agar produk UMKM dapat berdaya saing. “Kita semua berkewajiban mengawal UMKM agar UMKM bisa berdaya saing. Kita harus bersinergi merapatkan barisan baik swasta maupun pemerintah, untuk mendampingi UMKM, sampai kepada pemasaran, ekspor, dengan berbagai sumber daya”. jelas Bambang.

“Untuk bersaing dengan dunia internasional, barang yang diproduksi haruslah memiliki kualitas yang baik serta memenuhi standar yang menjamin keamanan dan kualitas produk. Pencanangan Sulawesi Selatan ber-SNI merupakan komitmen dari pemprov Sulawesi Selatan dalam menjaga dan membangun daya saing produk Sulawesi Selatan agar dapat bersaing dengan produk nasional maupun internasional,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan yang dalam hal ini disampaikan oleh Asisten III Bidang Administrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, H.Ruslan Abu. Ia pun menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung penyelenggaraan Bulan Mutu Nasional ini yang diharapkan menjadi sarana pertukaran informasi dan edukasi mengenai perkembangan standardisasi nasional bahkan internasional.

Kegiatan ini pun didukung penuh oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir. Dalam sambutannya, Menteri Nasir mengungkapkan mutu merupakan aspek penting dalam pasar global saat ini. “Kalau ingin menjaga mutu, maka perlu standardisasi,” ujarnya. Nasir pun berharap agar setiap produk yang dihasilkan oleh anak bangsa memiliki standar yang telah disertifikasi oleh lembaga-lembaga tertentu.

Nasir pun berpesan agar aturan terkait standar tidak berbelit-belit agar para pelaku usaha kecil dan menengah berusaha menerapkan standar. Dengan diselenggarakannya rangkaian kegiatan BMN di Makassar, Nasir berharap standardisasi akan menjadi ukuran kualitas bagi produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM di Makassar. (ald-Humas)