Universitas Negeri Surabaya memberikan gelar Doktor Kehormatan, Doktor Honoris Causa (Dr. H. C) kepada Ir. Abdulkadir Baraja di bidang Manajemen Pendidikan dalam rapat senat terbuka yang digelar Selasa (26/9). Gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (Dr. H. C) diberikan atas jasa prestasi dan pengabdian dalam mengembangkan pendidikan di Jawa Timur dan Indonesia. Rapat senat terbuka dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Unesa ke-53 tersebut berlangsung di Auditorium Rektorat Unesa Lidah Wetan dan dihadiri oleh Anies Baswedan, Mantan Menteri Pendidikan RI, dan KH. Solahuddin Wahid, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Warsono M.S, Rektor, pada pukul 09.30 WIB dilanjutkan pidato promotor promovendus oleh Prof. Dr. Muklas Samani, mantan rektor. Menurutnya pendidikan hari ini mengalami tantangan terkait kepercayaan masyarakat.

”Ada ketidakpercayaan  pada lulusan universitas untuk bertarung di dunia kerja. Bahkan peran guru diambil alih oleh Google, karena kebanyakan anak-anak sekarang lebih suka mencari tahu sesuatu melalui Google atau Youtube. Hal tersebut menyebabkan kemampuan Guru dan Dosen dipertanyakan”, terang pakar kurikulum ini.

Sementara itu dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Menyiapkan Guru Pejuang Dalam Rangka Melahirkan Generasi Unggul Untuk Indonesia Abad 21, Ir. Abdulkadir Baraja meyakini Universitas spesial bukan melahirkan pekerja guru namun, pejuang yang terampil sebagai guru.

“Bangsa yang berkualitas terbentuk dari keluarga yang berkualitas, keluarga yang berkualitas mampu melahirkan anggota keluarga yang berkualitas. Tugas utama keluarga adalah untuk melahirkan putra-putri yang berkualitas yang mempersiapkan menghasilkan generasi yang berkualitas.” tutur pendiri yayasan pendidikan Al-Hikmah

Sementara Kyai Solahuddin Wahid dalam wawancara dengan media usai acara mengatakan bahwa  Kadir adalah sosok yang berdedikasi dalam bidang pendidikan.

“Kunci pendidikan ada di sosok guru, di negara maju mungkin 10 terbaik tamatan SMA yang menjadi guru, kalau di Indonesia tidak. Kesejahteraan yang diterima menjadi guru itu kurang, Ir. Kadir ingin melawan itu semua dengan mencari orang-orang terbaik di Indonesia yang dibiayai untuk menjadi Guru”, terang adik kandung Gus Dur ini.

Anies Baswedan, Mantan Mendikbud, turut menyanjung sosok Ir. Kadir.

“Beliau selalu mengembangkan pendidikan dengan pendekatan-pendekatan terbaru, seorang yang semangat Islamnya kuat, dan seorang yang progresif dalam menyerap ilmu pengetahuan. Ir. Kadir adalah seorang pendidik dan juga seorang entepreuner, bisa dilihat karyanya bukan hanya didepan kelas tapi karyanya sangat banyak.”

Masih menurut Anies, Pilihan Unesa sudah tepat dengan memberikan gelar Doktor Honoris Causa pertama kepada Kadir yang luar biasa berkarya dalam dunia pendidikan.

Rektor Unesa dalam pidatonya mengatakan “Doktor Honoris Causa diberikan kepada siapa saja yang memiliki karya nyata dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan masyarakat. Menurutnya Ir. Kadir Baraja sangat layak menerima penghargaan ini karena karyanya di bidang pendidikan.” (Humas Unesa)