DIKTI- Prof. Ainun Naim resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Rabu (25/3). Pelantikan tersebut termasuk dalam bagian restrukturisasi dan tata kelola kementerian gabungan Ristek dan Dikti ini. Dalam sambutannya usai mengambil sumpah jabatan dan menandatangani nota pelantikan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir, mengungkapkan bahwa tugas Sekretaris Jenderal cukup berat sebab ini adalah pelantikan pertama dalam organisasi baru di lingkungan Kemristekdikti.

“Semoga dengan dilantiknya beliau, dapat dilakukan koordinasi dalam waktu yang singkat dalam kaitannya dengan tata kelola organisasi,” harap Nasir.

Dukungan administrasi yang mesti segera dibereskannya adalah menyinergikan antara pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang masih ada kaitannya dengan urusan pendidikan tinggi. Seiring dengan terpisahnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan Kemdikbud, penataan personalia juga harus segera dirapikan kembali. Ainun, profesor bidang akuntansi yang sebelumnya menjadi Plt. Dirjen Dikti, mengatakan target prioritas yang paling cepat akan dilakukannya adalah pembenahan struktur organisasi di tingkat kementerian. Direktorat-direktorat baru, standar operasional baru, dan pelayanan minimal baru, menjadi pekerjan rumah saya saat ini.

“Tentu saja yang saya utamakan adalah menyelesaikan struktur organisasi dan tata kerja kementerian” ujar Ainun.

Rekam jejak Ainun Naim di bidang akademik dan manajemen perbankan tidak bisa dianggap enteng. Pria kelahiran Kediri, 4 Desember 1960 ini telah  menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Bank BPD DIY sejak Juni 2009. Ia Menyelesaikan pendidikan sarjana akuntansi di Universitas Gadjah Mada tahun 1984, selanjutnya menyelesaikan Pascasarjana di Western Michigan University, USA dengan gelar MBA pada tahun 1991, dan mendapat gelar Doktor di Temple University, USA tahun 1996. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada. (nrs)