Semarang-Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah memasuki usia emasnya yang ke-50. Dengan usianya yang sudah mencapai setengah abad, Unnes telah memiliki banyak pengalaman sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan yang berkompeten. Terlebih Unnes sebagai perguruan tinggi yang memiliki Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK), dimana para guru yang mendidik anak bangsa mengenyam pendidikan disana. Bagaimanapun, kualitas guru dapat menentukan kemajuan suatu bangsa.

Terkait dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sebentar lagi akan dihadapi, pendidikan tinggi kini memiliki tantangan yang cukup berat. Pasalnya, perguruan tinggi berperan penting pada kemajuan bangsa. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Moh. Nasir mengungkapkan daya saing Indonesia menempati urutan ke-34. “Walaupun daya saing Indonesia telah mengalami peningkatan, namun belum signifikan dengan kemajuan ekonomi industri.”ungkapnya saat memberikan sambutan pada upacara Dies Natalis Unnes ke-50 di Auditorium Unnes, Semarang, Senin (30/3).

Menurut Nasir, untuk menjawab tantangan tersebut, perguruan tinggi perlu meningkatkan kompetensi demi mendorong kemajuan dan daya saing bangsa. Terkait dengan perguruan tinggi LPTK, Ditjen Dikti telah menyusun rencana strategis untuk mengembangkan kualitas LPTK. Strategi yang perlu dilakukan yaitu dengan mengembangkan kompetensi dosen, peningkatan kualitas sistem pengajaran, pengembangan tata kelola kelembagaan, serta pengembangan pembelajaran dan sistem informasi.

Nasir berharap pada Dies Natalis yang ke-50, Unnes bisa meningkatkan kompetensi para lulusannya. “Mudah-mudahan Unnes mampu bersaing di kelas dunia. Khususnya di keguruan. ” harap Nasir menutup sambutannya.

Rektor Unnes, Fathur Rokhman, dalam sambutannya menyampaikan beberapa prestasi yang diraih universitas yang memiliki tagline Universitas Konservasi itu. Diantaranya, pada SNMPTN 2015 Unnes tercatat sebagai LPTK dengan pendaftar terbanyak yaitu 52.121 siswa, dan perguruan tinggi negeri favorit ke-6. Pada periode Maret 2015, Unnes juga telah berhasil mengukuhkan 11 guru besar. Publikasi ilmiah Unnes telah didukung dengan jurnal online, e-jurnal sebanyak 114 jurnal, 40 diantaranya telah terakreditasi nasional oleh Ditjen Dikti. Capaian dalam bidang kemahasiswaan, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unnes meraih posisi tiga besar perguruan tinggi yang lolos proposal sebanyak 350 judul PKM didanai Ditjen Dikti.

“Unnes bertekad untuk mencapai target 2015-2019 sebagai perguruan tinggi yang otonom yang berdaya saing regional.” ujar Fathur menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Unnes memberikan penghargaan Anugerah Konservasi Unnes 2015 yang disaksikan oleh Menristekdikti kepada para tokoh yang mempelopori bidang konservasi baik lingkungan hidup, nilai maupun budaya. Perayaan Dies Natalis Unnes ke-50 ini turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Irman Gusman, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Kapolda Jateng.