JAKARTA – Penginderaan jauh (remote sensing) menjadi salah satu teknologi keantariksaan yang dapat diandalkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Caranya dengan memanfaatkan wahana satelit atau pesawat untuk pemantauan permukaan bumi. Untuk memperkenalkan remote sensing agar lebih dikenal dan sebagai  forum informasi, dalam segala aktivitas kegiatan penginderaan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengadakan seminar nasional Penginderaan Jauh Tahun 2017 (Sinas Inderaja 2017) yang bertajuk, “Peningkatan IPTEK Penginderaan Jauh dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakkan Sektor-sektor Strategis Ekonomi Domestik.” Pada hari Selasa, 17 Oktober 2017 di The Margo Hotel, Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional Thomas Djamaluddin mengatakan,  “Data pengeinderaan jauh saat ini diamanahkan kepada LAPAN untuk mengakusisi, mengolah dan mendistribusikan kepada semua kementerian ,lemabaga dan daerah, dengan adanya undang-undang  keantariksaan no 21 taun 2013,kegiatan keantariksaan secara nasional sekarang mempunyai landasan yang lebih kuat,” ungkapnya (17/10).

Pada saat ini teknologi penginderaan jauh mengalami perkembangan yang pesat. Ratusan satelit penginderaan jauh beredar di angkasa luar, mulai dari resolusi spasial rendah, menengah, dan tinggi. Dengan beragamnya resolusi tersebut, pemanfaatan datanya makin luas di berbagai sektor pembangunan, seperti inventarisasi sumber daya alam (kehutanan, pertanian, perkebunan, sumber daya air, energi dan mineral, kelautan dan perikanan, dan lain-lain), pemantauan lingkungan (kebakaran hutan, longsor, banjir, dan lain-lain),  prediksi cuaca dan iklim, prediksi masa tanam untuk tanaman pangan, serta pembuatan informasi tematik untuk perencanaan pembangunan.

Pembangunan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional dan Sistem Pemantauan Bumi Nasional merupakan jembatan bagi pemanfaatan hasil kegiatan penginderaan Jauh LAPAN oleh para stakeholder. Selain itu, terjalinnya kerja sama skala nasional dan internasional mendukung optimalisasi penyediaan dan pemanfaatan data penginderaan jauh. Sehingga hal ini suatu kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas hasil kegiatan. Pemanfaatan penginderaan di berbagai kepentingan pada sektor-sektor pembangunan nasional sudah dilaksanakan seperti kehutanan, pertanian, kelautan dan perikanan, serta pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana. Informasi yang sudah dimanfaatkan masyarakat antara lain Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), fase pertumbuhan padi dan tanggap darurat bencana. (KR)