17 June 2015 | 12.03 WIB Pengelolaan sampah di ITS menjadi pupuk kompos ternyata dirasa belum maksimal. Kebanyakan sampah organik yang digunakan masih berasal dari tumbuhan, padahal sampah dapur organik juga bisa dimanfaatkan. Oleh karena itu, lima mahasiswa ITS menawarkan kontribusinya untuk memperbaiki pengelolaan sampah di ITS melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun ini.

Mereka adalah Niki Entruly, Aisyah Dewi Muthi’ah, Lintang Delia Putri, Redhian Yoga Putranto dan Moch Ilham Riswanda. Ketertarikan lima mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) tersebut terhadap program Eco Campus berbuah karya. Dengan judul FOR EGGSP : Mesin Pembuat Water-Soluble Calcium Sebagai solusi pengelolahan Limbah, Niki dan kawan-kawan menciptakan alat pengolah cangkang telur menjadi pupuk.

FOR EGGSEP merupakan mesin pengolah limbah cangkang telur menjadi water soluble calcium yang berguna untuk pertumbuhan tanaman. Sistem kerjanya ada dua, yakni sistem kerja penggilingan kopi sebagai penghancur cangkang dan heater sebagai pengering cangkang telur. FOR-EGGS ini dibuat untuk membantu ITS Eco Campus dalam pengolahan limbah cangkang telur dan hasilnya yang berupa water soluble calcium dapat menjadi suplai nutrisi kalsium.

Awalnya, ada dua program Eco Campus yang membuat Niki dan kawan-kawan tertarik untuk dievaluasi. Yang pertama adalah composting center dan yang kedua urban farming. Program composting center adalah program yang ditujukan untuk mengolah sampah dari kegiatan akademik dan non akademik yang ada di lingkungan ITS. ”Namun sampah dapur organik yang ada di lingkungan ITS seperti kantin ITS, masih belum, belum dimaksimalkan,” ujar Niki, ketua tim.

Salah satu sampah dapur organik yang ada di lingkungan ITS adalah cangkang telur. Menurut Evan (2010) dalam F Ariwibowo (2012), 97 persen kandungan kalsium dalam cangkang telur berpotensi menjadi bahan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit layu Fusarium. Selain itu, kandungan kalsium dalam cangkang telur dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman, seperti padi dan tomat.

Sehingga karya ini juga bermanfaat untuk program ITS Eco Campus Urbang Farming. Urban farming adalah program yang memanfaatkan sejumlah lahan kosong di lingkungan kampus ITS untuk ditanami tanaman organik. Salah satunya adalah tomat. Kebutuhan kalsium tanaman tomat tersebut nantinya dapat dipenuhi dengan hasil pengolahan cangkang telur yang kaya kalsium.

Karya ini pun menuai pujian. Menurut pihak ITS Eco Campus, alat tersebut berpotensi megurangi biaya pengeluaran pupuk di ITS Urban Farming dan membantu peningkatan kualitas produk. Harapan ke depan, Apabila nantinya dapat menggandeng sentra makanan di sekitar ITS untuk pegumpulan cangkang telur, maka diharapkan semakin banyak pihak yang dapat diuntungkan dari produksi water soluble calcium ini. (*/oly)

 

Sumber: https://www.its.ac.id/berita/15186/en

Copyright © Institut Teknologi Sepuluh Nopember