BOGOR – Keberhasilan suatu usahatani peternakan diukur dari keuntungan yang diperoleh, dengan menerapkan prinsip ekonomi untuk mencapai tujuan dalam memperoleh laba yang besar. Pengembangan teknologi untuk menghasilkan sapi-sapi jenis unggul yang memiliki bobot di atas rata-rata atau dengan berat maksimal, juga tengah digalakkan pemerintah.

Ini adalah upaya jangka panjang yang dilakukan, untuk menghasilkan daging sapi dalam negeri yang kualitasnya tak kalah dengan produk daging sapi impor, sekaligus memenuhi kebutuhan daging nasional.

Dikatakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, saat melakukan dialog dengan para peternak dilokasi pengemukan sapi PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/09). Dalam mengembangan pembibitan sapi lokal unggul yang berkualitas dan produktif, yang dibutuhkan tak hanya pakan ternak yang baik. Namun juga didukung dengan sumber daya manusia yang berpotensial, termasuk biaya yang harus dikeluarkan.

“Yang harus diperhatikan dalam memelihara sapi produktif, adalah biaya yang relevan dan tentunya harga jual yang paling menguntungkan untuk para peternak dipasaran. Terlebih dengan mengunakan teknologi yang ada, semua pengeluaran sekaligus pendapatan dapat terhitung dengan jelas, tidak hanya sekedar hitung-hitungan kasar ,” ungkap M. Nasir.

Nasir menambahkan, untuk memperoleh sapi yang berkualitas dan tak kalah bersaing dengan sapi-sapi impor lainnya, PT KAR sudah menyediakan bibit sapi unggulan, yang terjamin mutunya dengan memperbaiki genetika bibit sapi pilihan.

Direktur PT KAR Karnadi Winaga mengatakan, kerjasama yang sudah terjalin dengan para peternak ini, berawal dari keinginan bersama untuk dapat berkontribusi juga bersinergi dalam memajukan peternakan sapi nasional. “Kami memberikan bimbingan dan pendampingan untuk teknologi di pakan, inseminasi hingga manajemen. Diharapkan dengan pembekalan yang diberikan, masing-masing kelompok ternak ini dapat mandiri dan menghasilkan bibit ternak unggulan,” ujar Karnadi.

Kelompok ternak Jamaah Ngaritiah Muhammad Zakaria Firdaus menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, dengan diadakannya dialog langsung ini, para peternak tak lagi ragu karena mendapat kepastian harga serta jaminan bibit unggul, sekaligus teknologi terkait beternak sapi yang selama ini menjadi permasalahan di kalangan para peternak. “Diharapkan dengan teknologi yang diterapkan Kemenristekdikti dapat membantu peternak sapi rumahan menjadi industrilialisasi berbasis teknologi. Dimana peternak rumahan dapat mengadopsi teknologi terkini melalui jaringan internet yang kini sudah merebak hingga pelosok wilayah di Indonesia,” ungkap Muhammad.

Di peternakan PT KAR, berbagai jenis sapi dikembangkan pembibitannya menjadi sapi lokal unggul yang berkualitas. Diantaranya jenis dari Bali, Belgian Blue, Madura, Pasundan, Buffalo dan beberapa lainnya. Penggemukan sapi ini dilakukan dengan cara Inseminasi Buatan dan transfer embrio dari pejantan unggul, kerjasama Kemenristekdikti, PT KAR dan LIPI.

Galeri