Jember, 28 September 2017

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dari 33 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se-Besuki Raya mendeklarasikan sikap menolak segala bentuk radikalisme, khususnya di kampus. Deklarasi ini dilaksanakan di aula lantai 3 gedung rektorat dr. R. Achmad Universitas Jember, dengan disaksikan langsung oleh M. Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, beserta Ainun Naim, Sekertaris Jenderal Kemenristekdikti, Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan dan Moh. Hasan, Rektor Univesitas Jember, serta pimpinan PTN dan PTS di Besuki Raya (27/9).

Dalam deklarasi yang dibacakan oleh Miranda Natasha, Ketua BEM Universitas Jember, para mahasiswa ini bertekad akan mempertahankan NKRI dengan berpegang teguh pada landasan masyarakat berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kami menolak organisasi dan aktivitas yang berorientasi, berafiliasi dengan gerakan radikalisme, terorisme dan atau organisasi kemasyarakatan politik yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 serta peraturan perundangan yang berlaku, tegas mahasiswi asal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember ini.

Sementara dalam sambutannya, M. Nasir mengapresiasi kebulatan tekad mahasiswa PTN dan PTS di Besuki Raya. Menurutnya kegiatan ini sudah sejalan dengan program Kemenristekdikti dalam menanggulangi radikalisme di kampus. Kemarin tanggal 25 dan 26 September kita mengumpulkan 3.400 pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Bali dalam rangka mendiskusikan pencegahan radikalisme. Kegiatan ini mendapatkan perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo yang juga menyempatkan hadir, kata Menristekdikti.

Selanjutnya M. Nasir meminta segenap yang hadir, khususnya mahasiswa sebagai generasi muda calon pemimpin bangsa untuk mewaspadai faham, gerakan dan organisasi yang ingin mengganti pilar bangsa yakni NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa dan negara ini didirikan secara bersama-sama oleh segenap komponen bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Oleh karena itu mari kita jaga bersama, imbuhnya. M. Nasir juga meminta mahasiswa selalu bijak dalam menggunakan kemajuan teknologi informasi khususnya media sosial agar memberikan manfaat dan bukannya mudarat. Jika kemajuan teknologi informasi digunakan dengan baik, maka akan memberikan keuntungan seperti yang sudah banyak dicontohkan dengan adanya bisnis daring atau e-commerce, pesannya kepada mahasiswa.

Sementara itu Moh. Hasan dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan kali ini adalah salah satu implementasi kerjasama antara PTN dan PTS di Besuki Raya. Jika di bidang akademik Universitas Jember telah menginisiasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya dan Program Asuh, maka deklarasi hari ini menjadi bukti kerjasama antara PTN dan PTS di Besuki Raya di bidang kemahasiswaan. Harapannya kebersamaan ini menjadi modal melawan radikalisme di kampus, karena kita semua lahir dari rahim yang sama, Indonesia, tuturnya. (iim)

Sumber: Humas Universitas Jember (UNEJ)