Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr. Bambang Budi Raharjo didampingi staf ahli Parmin, M.Pd., sekaligus ketua pengelola bidikmisi Unnes melakukan survey kepada calon penerima Beasiswa Bidikmisi bagi calon mahasiswa yang diterima melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Sabtu (16/7). Kali ini yang dikunjungi Mohamad Hasan Fatoni yang beralamat di Karang Lewas, RT 01 RW 02, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Hal ini dilakukan untuk memastikan beasiswa full study yang dikucurkan oleh Kemenristekdikti tidak salah sasaran. Sebab, beasiswa yang mulai diluncurkan 2010 lalu ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi namun berasal dari keluarga tak mampu secara ekonomi. Penerimanya terbebas dari segala biaya selama empat tahun kuliah dan memperoleh biaya hidup Rp. 600 ribu per bulan.
“Jangan sampai Bidikmisi salah sasaran, kata Dr. Bambang BR., kembali sebagaimana sering ia kemukakan dalam berbagai kesempatan.
Tim survey bidikmisi Unnes juga melakukan blusukan ke dapur dengan berpagar bambu itu dan juga melihat kamar mandi yang sangat sederhana.
Sebagai ketua pengelola bidikmisi UNNES Parmin, M.Pd., bertanya kepada bapak Sarwanto orangtua dari Fatoni,”Setiap hari bapak bekerja sebagai apa dan berapa penghasilannya?.”
Sarwanto menjawab,”Saya sebagai pedagang Cimplung (Singkong Manis) Keliling, penghasilan saya tidak menentu, apalagi jika musim penghujan sampai-sampai saya tidak bisa berdagang.”
Cukupkah pendapatan pak Sarwanto untuk mengkuliahkan putra bapak?
“Ya pasti tidak pak, saya hanya berharap Fatoni mendapatkan beasiswa bidikmisi ini”, jawab Sarwanto dengan dialek khas Banyumas.
Sebelum meninggalkan rumah keluarga bapak Sarwanto, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan berpesan,” “Semoga nanti anda diterima sebagai penerima Beasiswa Bidikmisi dan apabila sudah diterima kamu harus berprestasi secara akademik maupun prestasi lainnya”.