SIARAN PERS
Nomor : 75/SP/BKKP/X/2017

Jakarta-Tiga puluh perguruan tinggi Indonesia menerima donasi dari ‘Schneider Electric’ berupa 60 unit produk panel tegangan menengah (RM6).

Penyerahan donasi dilakukan hari ini dengan penandatanganan kerjasama antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan ‘Schneider Electric di Four Points Hotel,’ Thamrin, Jakarta (26/10/2017).

Acara tersebut dihadiri Menristekdikti Mohamad Nasir, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristekdikti Hari Purwanto, ‘Country President Schneider Electric Indonesia’ Xavier Denoly, serta beberapa perwakilan perguruan tinggi.

Donasi ini diberikan ke 30 Fakultas Teknik Jurusan Elektro dan juga Politeknik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Kalimantan hingga Papua.

Donasi ini dipercaya dapat mendukung pengembangan tenaga ahli di bidang kelistrikan yang nantinya akan berkontribusi dalam program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah hingga tahun 2019.

Donasi ini sejalan dengan misi Kemenristekdikti dalam hal meningkatkan akses, relevansi dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pasalnya, produk ini akan sangat bermanfaat untuk melengkapi laboratorium praktikum kampus ini dan dapat semakin mengenalkan para mahasiswa ke dunia kerja di bidang kelistrikan.

‘RM6 Switchgear’ merupakan salah satu produk unggulan dari ‘Schneider Electric’ berupa panel listrik tegangan menengah yang andal, hemat tempat, dengan pemeliharaan yang sederhana.

Panel ini berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi da gardu hubung miliki PLN ke gardu-gardu milik pelanggan di tegangan 20KV.

Menristekdikti Mohamad Nasir dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada pihak Schneider Electric atas donasi yang diberikan. “Mudah-mudahan alat ini bisa dimanfaatkan di perguruan tinggi, khususnya di laboratorium fakultas teknik jurusan teknik mesin atau elektro,” kata Nasir.

Nasir berharap ke depan kerjasama ini bisa ditingkatkan lagi sebagai langkah memajukan riset di Indonesia.

Staf Ahli Hari Purwanto juga menyambut baik kerjasama antara Kemristekdikti dengan Schneider Electric. “Ini adalah sebuah tindakan yg sangat baik karena industri sudah membuka kesempatan bekerjasama dengan Kemenristekdikti. Meski saat ini sudah banyak perguruan tinggi yang bekerjasama dengan industri,” ujarnya.

Sementara itu Xavier Denoly mengungkapkan salah satu misi dasar Schneider Electric adalah ikut berkontribusi positif dalam memajukan kualitas pendidikan di dalam negeri, khususnya di tingkat pendidikan tinggi.
“Melalui berbagai kegiatan dan fasilitas yang telah diberikan, Schneider Electric selalu berkomitmen penuh untuk mendukung aktivitas pendidikan, riset dan pengembangan solusi efisiensi energi di lingkungan akademik maupun kolaborasi antara para tenaga ahli, baik dari pihak Schneider Electric maupun dari kalangan akademik,” tuturnya.

Adapun 30 perguruan tinggi yang menerima donasi ini antara lain :
1. Universitas Indonesia

2. Politeknik Negeri Jakarta

3. Universitas Kristen Indonesia

4. Universitas Mercu Buana

5. Universitas Multimedia Nusantara

6. Universitas Prasetya Mulya

7. Universitas Diponegoro

8. Politeknik Negeri Semarang

9. Politeknik Negeri Cilacap

10. Universitas Negeri Yogyakarta

11. Politeknik Negeri Bandung

12. Universitas Maranatha

13. Universitas 17 Agustus

14. Politeknik Negeri Sriwijaya

15. Institut Teknologi Padang

16. Universitas Andalas

17. Universitas Sumatera Utara

18. ATKP Medan

19. ITM Medan

20. Universitas Panca Budi

21. Universitas Harapan Media

22. Universitas Islan Sumatera Utara

23. Politeknik Negeri Ujung Pandang

24. Politeknik ATI Makassar

25. Politeknik Negeri Banjarmasin

26. Universitas Negeri Papua

27. Universitas Cendrawasih

28. Universitas Pattimura

29. Politeknik Negeri Samarinda

30. Institut Teknologi Kalimantan

 

Satya Herlina
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik