Makassar, 5 April 2015-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Musyawarah Nasional XI Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (Munas XI BKS-PTIS) di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Munas XI BKS-PTIS juga dihadiri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto dan perwakilan PTIS se-Indonesia.
Munas dengan tema Optimalisasi Peran PTIS dalam Pembangunan Bangsa ini, akan melahirkan rumusan strategis menuju PTIS berstandar global. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membahas berbagai isu hangat dan solusinya.
JK mengungkapkan bahwa PTIS harus berperan pembangunan bangsa. Perguruan tinggi termasuk PTIS harus giat melakukan berbagai riset. Inovasi teknologi kelak akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
mentriumiProses pengembangan dan kerja sama antar PTIS pun harus digalakkan lebih luas, sehingga makin banyak inovasi yang dihasilkan. “Hanya melalui teknologi dan riset-riset kampus, diharapkan dalam era globalisasi ini Indonesia mampu bersaing dalam pembangunan,” ungkap JK.
Dengan teknologi yang mumpuni, rakyat Indonesia tidak hanya mampu menghasilkan berbagai bahan mentah, namun meningkatkan produksi hingga barang jadi yang berkualitas dan berdaya saing internasional. Selain itu, JK berpesan agar PTIS ikut andil membentengi kampus-kampus Islam dari ancaman radikalisme.
Dalam Kesempatan yang sama, Menristek Dikti memberikan orasi ilmiah kepada para peserta Munas XI BKS-PTIS dengan tema Membangun Sistem Pengelolaan PTIS yang Baik. Menteri berpesan agar pengelolaan PTIS haruslah transparan dan akuntabel. Dengan begitu, PTIS makin berkualitas dan peminatnya kian bertambah.