Duta Besar Inggris, Moazzam Malik, bertemu dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, pada hari Senin (10/10) di Gedung D Kemristekdikti, Senayan, Jakarta. Sekretaris Jenderal, Ainun Na’im serta Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada Marsudi turut mendampingi Menristekdikti pada kesempatan tersebut.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membicarakan perkembangan kerja sama antara Indonesia dan Inggris serta rencana kerja sama kedua negara ke depannya. Salah satu hal yang menjadi topik pembicaraan adalah rencana kunjungan kerja Menristekdikti ke Inggris pada akhir tahun 2016. Nasir mengutarakan keinginannya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Inggris.

“Minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Inggris sangat tinggi,” ujarnya.

Upaya Menristekdikti dalam meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia ke Inggris mendapatkan dukungan dari Dubes Inggris. Moazzam Malik mengatakan bahwa pihak Inggris berniat untuk mengundang sejumlah universitas di Inggris untuk melakukan kemitraan dengan universitas-universitas di Indonesia.

Di bidang teknologi dan inovasi, Menristekdikti dan Dubes Inggris berencana untuk mengadakan Joint Working Group (JWG) pada semester awal tahun 2017. Sekretaris Jenderal berharap melalui JWG tersebut nantinya inovasi dapat lebih terealisasi. Selain itu, akan dilaksanakan penandatanganan Implementing Agreement (IA) untuk kerja sama di bidang teknologi dan inovasi pada Selasa keesokan harinya. Penandatanganan akan dilakukan oleh Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Jumain Appe dan UK Minister for Asia, Alok Sharma. IA tersebut akan menjadi dasar atas dua program kerja sama dalam rangka peningkatan capacity building di bawah Newton Fund, yaitu Industry Academia Partnership Programme (IAPP) dan Leaders in Innovation Fellowship (LIF). (wsn/kskp)