BLITAR – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur, Sabtu (29/10). Acara  berlangsung di Pendopo Ronggo Hadi Negoro Kabupaten Blitar.

Nasir hadir didampingi oleh Ali Ghufron Mukti Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan tinggi (SDID), Bupati Blitar Rijanto serta tokoh daerah Blitar lainnya.

Dalam sambutannya Menristekdikti mengatakan peresmian UNU Blitar ini sangatlah istimewa karena dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Blitar. Sinergitas antara Pemda dan Perguruan Tinggi seperti ini jarang terjadi. Ia berharap hal seperti ini bisa terus berlanjut, Perguruan Tinggi utamanya UNU mampu berjalan beriringan dengan Pemerintah, agar kualitas pendidikan tinggi bisa menjadi semakin baik.

“Perguruan Tinggi jangan hanya mencetak lulusan yang berkualitas, tapi harus bisa mencetak lulusan yang bisa menciptakan lapangan kerja. Kuncinya harus ada strategi kerjasama Perguruan Tinggi dengan Pemerintah. Jangan sampai ada lulusan Perguruan Tinggi di daerah yang ditolak kerja hanya karena kampusnya dinilai berkualitas jelek, ” tegas Nasir.

Nasir menambahkan, banyak upaya yang dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Misalnya, kualitas dosen yang harus memenuhi standar, memerhatikan infrastruktur yang baik, serta pendanaan yang cukup terhadap Perguruan Tinggi.

“Jika SDM terpenuhi tapi infrastruktur tidak ada, itu bermasalah, juga sebaliknya. Infrastruktur harus baik, jika tidak kami tidak bisa beri izin dulu dan tidak akan pernah. Saya juga monitor dengan proses izin baru, PT yang bermasalah, nakal, curang, tutup, tidak boleh,” tegasnya.

Nasir ingin Perguruan Tinggi terbaik berada di daerah, dan menurut Nasir potensi menuju kesana sebenarnya sudah ada dengan sudah banyak muncul dosen daerah yang berkualitas.

“Di Blitar ini belum banyak ada Perguruan Tinggi, semoga kedepan UNU ini bisa menjadi rujukan, UNU Blitar harus bisa mencerdaskan masyarakat di daerah khususnya orang Blitar,” ujar Nasir.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengakui bila pendidikan di Kabupaten Blitar itu masih jauh tertinggal dari daerah lain. Sebelumnya di Kabupaten Blitar sudah  ada Unisba Blitar dan STIT Al Muslihun, hadirnya UNU ini sesuai dengan visi dan misi Bupati dalam membangun pendidikan.

“Semoga kehadiran UNU bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Blitar yang haus untuk maju,” kata  Rijanto. (Muji)