Menteri  Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir membuka Sidang Paripurna III DRN di Auditorium Gedung BPPT Jumat, 11 Desember 2015. Acara tersebut dihadiri oleh Jumain Appe selaku Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Bambang Sediadi selaku Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Anggota DRN, Anggota KADIN, Anggota Dewan Riset Daerah, dan Mitra dari Perguruan Tinggi.

Langkah nyata mewujudkan Iptek untuk peningkatan peradaban dan Kesejahteraan bangsa adalah dengan meningkatan jumlah produk teknologi hasil riset nasional yang dimanfaatkan oleh pengguna (industri, pemerintah, dan masyarakat), baik untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi usaha, meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, maupun untuk meningkatkan nilai tambah, serta daya saing barang dan jasa yang dihasilkan.

Kemeristekdikti terus mendorong dan memfasilitasi pembentukan konsorsium riset dan inovasi melalui Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan. Korsorsium yang telah dibentuk 9 konsorsium riset pada tahun 2012, dan meningkat menjadi 26 konsorsium riset pada tahun 2015 yang tersebar dalam 7 bidang Fokus (pangan, kesehatan-obat, energi, transportasi, TIK, hankam, dan material maju).

Kemenristekdikti berupaya terus untuk mengembangan ekosistem inovasi yang kondusif bagi seluruh kelembagaan Iptek, agar siklus inovasi berjalan lebih efektif dan cepat, menghasilkan produk atau teknologi yang bermanfaat dan digunakan oleh masyarakat, pemerintah, dan industri untuk memecahkan persoalan yang dihadapi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bangsa. DRN tidak lagi hanya menggali pada riset-riset yang akan datang tetapi sudah harus melihat kebutuhan yang dilakukan oleh industri (masyarakat).

“Perkembangan teknologi yang sangat pesat sekali, maka sinergi yang sangat penting adalah bisa terjadi melibatkan antar lembaga litbang daerah dan industri (pengguna) agar hasil riset tersebut mempunyai manfaat yang besar,” ujar Menteri Nasir. (nda/bkkpristekdikti)