Jakarta-Rumah ibadah (masjid) kampus merupakan salah satu wadah bagi sivitas akademika untuk membentuk watak atau karakter menjadi insan yang tidak hanya bertakwa dan berakhlak mulia, tapi juga cerdas dan memiliki jiwa kepemimpinan yang unggul. Untuk itu penting untuk diwujudkan sebuah tata kelola terhadap masjid kampus. Ini menjadi dasar diadakannya lokakarya tata kelola masjid kampus oleh Direktorat Pembinaan Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Minggu (9/8) di Crown Plaza Hotel Jakarta. Acara ini dihadiri anggota Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) dari 123 PTN/PTS di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemristekdikti, Ainun Naim mengatakan pengelolaan masjid kampus merupakan hal yang sangat penting. Masjid merupakan pusat peradaban dan sejarah Islam sehingga pengelolaan masjid merupakan sebuah tantangan baik dalam dunia akademik maupun kehidupan secara luas. Selain itu, masjid kampus dapat memberi warna dalam membangun peradaban Islam sehingga dapat memfungsikan masjid kampus sebagai rahmatan lil alamin. 

“Intinya bagaimana masjid kampus kita kelola sehingga menjadi satu bagian yang integral dalam kampus yang mewadahi masyarakat kampus maupun masyarakat di sekitarnya, sehingga  juga menjadi motor dalam mewujudkan universitas sebagai agen pembangunan/peradaban.” pungkas Ainun yang didapuk untuk membuka acara secara resmi.

Dalam laporannya, Direktur Pembinaan Kelembagaan Kemristekdikti, Totok Prasetyo memaparkan tujuan dari lokakarya ini adalah menjadikan masjid kampus sebagai rumah rohani bagi sivitas akademika serta menjadikan center of excellence bagi masjid di sekitarnya. Ia pun berharap akan pengembangan kapasitas serta peran masjid kampus dapat dilakukan secara berkelanjutan. Yakni dengan menggabungkan kegiatan kemahasiswaan ke dalam pengembangan masjid kampus sehingga tata kelolanya menjadi jauh lebih baik.

Peserta lokakarya berkesempatan untuk berdialog dengan Sekjen mengungkapkan keluhan maupun pandangan terkait tata kelola masjid kampus. Lokakarya yang berlangsung selama dua hari tersebut membahas beberapa topik yang terbagi dalam sidang komisi secara panel, yakni program, organisasi serta rekomendasi. Ketiga topik ini akan menjadi dasar dalam pengembangan tata kelola masjid kampus ke depan.