ACEH BESAR – Tak perlu minta uang kuliah pada orang tua lagi. Itu ungkapan pertama yang diucapkan Fadel Ariefa. Fadel merupakan salah satu orang penerima beasiswa bidikmisi dari Universitas Syiahkuala (Unsyiah).

Ditemui dirumahnya yang sederhana di daerah Lam Ujong, Kabupaten Aceh Besar, kamis (20/10), Fadel bercerita mengenai kondisinya dahulu yang sama sekali tidak menyangka akan berkuliah sama sekali karena keterbatasan ekonomi orang tua.

“Dulu sama sekali tidak terpikir untuk kuliah, bahkan Bapak menyuruh saya untuk bantu kerja saja daripada kuliah, karena biaya tidak ada,” ujarnya.

Fadel bercerita bahwa sejak kelas 3 SMP dirinya selalu bekerja membantu Bapaknya untuk mengerjakan kusen dari kayu, karena Bapaknya hanya seorang buruh kusen kayu.

Namun ujarnya, kesempatan untuk kuliah muncul ketika Unsyiah membuka kesempatan melalui bidikmisi lewat jalur SNMPTN. Kini Fadel diterima dan sudah berjalan sampai semester 5 di Fakultas MIPA program studi Teknik Informatika.

“Senang sekali saya dapat berkuliah, biaya kuliah pun tidak memberatkan lagi, terutama untuk orang tua, bidikmisi sudah sangat membantu kami disini,” ucap anak tertua dari 4 bersaudara itu.

Fadel pun punya cita-cita besar setelah kuliahnya selesai nanti. “Saya ingin jadi pengusaha besar di bidang IT. Saya mau ciptakan software-software baru yang berguna bagi masyarakat, terutama masyarakat di Aceh ini,” ucapnya lugas.

Rektor Unsyiah Syamsu Rizal saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, saat ini memang akses untuk bidikmisi dibuka lebih luas lagi sesuai kebijakan dari Kemristekdikti.

“Dalam memberikan akses bagi mahasiswa yang secara ekonomi kurang, kami selalu siap mengakomodir, dan kami ingin anak-anak di Aceh ini semakin maju lagi,” harapnya. (DZI)