MAKASSAR – Kesehatan menjadi salah satu sektor penting dalam pembangunan kualitas Sumber Daya manusia (SDM di Indonesia saat ini, mengingat banyaknya permasalahan kesehatan ditengah masyarakat.

Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 pada 10 Agustus 2017 yang diselenggarakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Usman Sumantri.

Adapun nota kesepahaman yang ditandatangani antara Kemenristekdikti dengan Kemenkes berisikan tentang Kerja Sama Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara.

Penadatanganan ini juga disaksikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, beberapa perwakilan dari pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), serta pejabat Eselon I, II di lingkungan Kemenristekdikti, bertempat di Hotel Gammara Makassar, Rabu (9/8).

Sesjen Kemenristekdikti Ainun Na’im menjelaskan, MoU ini bertujuan untuk lebih meningkatkan peran pendidikan tinggi dalam mendorong pengembangan SDM di sektor kesehatan dengan penyelenggaran pendidikan dan pelatihan yang lebih efisien.

“Saya harap dengan MoU antara Kemenristekdikti dengan Kemenkes ini, pengembangan tenaga kesehatan bisa lebih baik lagi dan profesional, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat bisa lebih meningkat,” ujar Sesjen Ainun Na’im.

Pada kesempatan yang sama, digelar Rapat Koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2017 serta Seminar Nasional dalam rangka Sidang Paripurna I Dewan Riset Nasional (DRN). (ARD)