Washington DC 24 Mei 2017. Pada tanggal 19-21 Mei di KBRI telah dilaksanakan Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia yang diikuti oleh 15 PPI di Amerika dan Eropa, yakni PPI Kawasan Amerika dan Eropa yang terdiri dari PPI Spanyol, PPI Denmark, PPI Italia, PPI United Kingdom, PPI Ceko, PPI Belgia, PPI Jerman, PPI Hungaria, PPI Canada, PPI Portugal, PPI Belanda, Permias,  PPI Polandia, Permira Rusia, total delegasi adalah 40 orang. Acara simposium meliputi Focus Group Discussion Internal PPI Amerop, Seminar Ekonomi Digital, dan Rapat Perumusan Rekomendasi Simposium. Acara seminar selain diikuti oleh delegasi, diikuti pula oleh anggota Permias DC dan Permias kota-kota sekotar DC, total seluruh peserta 100 orang.

Focus Group Discussion dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2017, mulai pukul 9:00 – 17:00. FGD dibuka oleh Atdikbud, yang antara lain menyatakan bahwa tema yang diangkat sangat timely, karena berbagai bidang kehidupan sudah sangat tergantung pada teknologi informasi. Atdikbud juga menyarankan agar pembahasan tidak hanya dalam hal teknis dan ekonomis, namun kaitan dengan faktor manusia dan kesatuan bangsa harus ditonjolkan.

atd-4

Dubes dalam pengantarnya, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya Simposium PPI Kawasan Amerika dan Eropa yang mengangkat tema Kekuatan Bangsa, serta mendorong semangat gerakan Perhimpoenan Indonesia dalam upaya bangsa Indonesia bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Dubes juga menyoroti arti penting gerakan yang diprakarsai oleh pemuda, pelajar dan mahasiswa senantiasa memberikan perubahan yang besar bagi bangsa, yang tercatat pada tonggak-tonggak sejarah tahun 1908, 1928, 1945, 1966, dan 1998.

Acara pembukaan dimeriahkan dengan suguhan Nial Radhitia Djuliarso, seorang pianis jazz Indonesia yang bermukim di New York, Amerika Serikat, dan telah membukukan serangkaian prestasi internasional dari berbagai kompetisi musik jazz yang diikutinya di kawasan Amerika dan Eropa (termasuk North Sea Jazz Festival di Belanda, Montreux Jazz Festival di Swiss, Weill Recital-Carnegie Hall di New York, Alice Tully Hall di New York, dan Kennedy Center di Washington, DC.), baik untuk kategori piano solo, kelompok musik jazz hingga penulisan lagu.Ybs saat ini sedang menempuh master di School of Music in Jazz Studies, New York University, atas biaya LPDP. Nial membawakan tiga buah lagu, yakni Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dan Sabda Alam.

Acara hari kedua simposium diisi dengan upacara Hari Kebangkitan Nasional dan seminar yang bertema “Membangkitkan Kekuatan Ekonomi Digital Indonesia”. Seminar menghadirkan pembicara tamu Shahed Amanullah (CTO/Cofounder Affinis Lab) yang membahas mengenai perkembangan teknologi digital dalam dunia bisnis, memaparkan bagaimana kekuatan digital dalam bisnis, bagaimana Twitter dan Facebook bersaing dengan para kompetitor dan akhirnya menjadi pemenang, menginspirasi peserta untuk membangun bisnis online/ berbasis digital yang sesuai dengan kultur Indonesia. Shahed juga mendirikan Halalfire, produsen konten online untuk komunitas Muslim global. Pada tahun 2001, ia menciptakan Altmuslim, sebuah majalah online dengan pembaca tahunan 2,5 juta (diakuisisi oleh Patheos di 2011). Pada tahun 1998, ia menciptakan Zabihah, panduan restoran Halal terbesar di dunia, dengan tahunan 10 juta pengguna dan 500.000 mingguan app. Zaky Prabowo (Cofounder Wetravel) dan Ari Sufiati (Silicon Valley Professional), yang memaparkan tentang bagaimana mengembangkan konten dalam bisnis berbasis digital, memperbesar kapasitas data konten, bagaimana membuat konten menjadi menarik dan bersahabat bagi user (user friendly), mudah di akses, membangun struktur bisnis berbasis digital. Zaky adalah peraih gelar MBA dari Berkeley-Haas dan telah melakukan akuisisi pengguna untuk 2 tempat perhotelan yang didukung oleh perhotelan: EatWith (SF) dan GetNinjas (Sao Paulo). Sebelumnya, dia adalah seorang konsultan di McKinsey dan seorang pembantu khusus Presiden Indonesia. Dia mendirikan Indorelawan, pasar pertama di Indonesia yang menghubungkan relawan dan LSM.

atd-3

Ari Sufiati (Silicon Valley Professional), membahas mengenai peningkatan kualitas dan kuantitas Sumberdaya Manusia di era ekonomi digital, bagaimana mewujudkan impian, harapan dan keberanian menjadi nyata, dengan jalan meng-identifikasi kekuatan diri (hard skills dan soft skills), melihat peluang global, memanfaatkan networking untuk mewujudkan nya secara nyata.

Hari ketiga symposium diisi dengan rapat internal PPI Amerop untuk membahas Deklarasi Washington DC, yang menyangkut Politik dan Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya dan Sains Teknologi. Secara ringkas deklarasi menyatakan bahwa ; Dalam bidang Politik dan Hukum Membentuk aturan dan perundangan yang sifatnya fleksibel dan menjamin kepastian hukum (ramah terhadap para investor), mendukung perkembangan usaha rintisan berbasis digital, mendorong dan berperan aktif atas tumbuhnya kreatifitas bisnis di era ekonomi digital, dan melakukan percepatan usaha pemerataan infrastruktur jaringan internet di daerah ekonomi petensial.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Ismunandar dalam arahannya menyambut baik Penyelenggaraan Simposium Kawasan Amerika – Eropa yang dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Mei 2017 berlangsung sangat baik dan dilaksanakan bertepatan dengan Perayaan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang melandasi semangat kepemudaan dalam melakukan perubahan bagi bangsa dan negara dan membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan jaringan (networking). Hasil dari Simposium Kawasan Amerika Eropa ini akan disampaikan dalam Simposium PPI Dunia di London.

atd-2

Hasil-hasil FGD antara lain, focus untuk mempersiapkan draft Deklarasi Washington pada akhir pelaksanaan simposium, menghasilkan rekomendasi Program Kerja PPI Kawasan Amerika – Eropa periode berikutnya, yang antara lain merekomendasikan pengurus baru PPI Kawasan Amerika – Eropa, yaitu ; Ketua : Permira Rusia, Sekretaris : PPI Polandia, dan sebagai tuan rumah PPI Jerman. Program kerja dan Rekomendasi Pengurus PPI Kawasan Amerika – Eropa di rencanakan akan di sah kan pada pertemuan Simposium Internasional PPI Dunia. (Atd)