PIH UNAIR – Rektor Universitas Airlangga secara resmi melepas tiga atlet Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) untuk mendaki puncak tertinggi di Amerika Utara, Gunung Mc. Kinley atau Denali. Acara pelepasan dilangsungkan di Hall Kantor Manajemen UNAIR Kampus C, Senin (8/5).

Ketiga atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Wanala) yang akan berangkat ke Denali adalah Muhammad Faishal Tamimi (Fakultas Vokasi), Mochammad Roby Yahya (Fakultas Perikanan dan Kelautan/2011), dan Yasak (alumnus).

Dalam upacara pelepasan tersebut, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih, memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada para atlet. Menurutnya, pendakian puncak-puncak tertinggi di Dunia adalah bagian dari upaya untuk memperkenalkan UNAIR kepada masyarakat luar negeri.

“Dengan berkibarnya bendera UNAIR di puncak Denali, tentu kita akan menjadi lebih dikenal lagi karena ada yang mengibarkan bendera UNAIR di Puncak Denali,” tutur Nasih.

Hal terpenting lainnya yang patut diperhatikan dalam upaya pendakian Denali adalah keselamatan para atlet. Nasih menghendaki agar ketiga atlet mempertimbangkan aspek-aspek pendakian seperti faktor fisik dan keadaan alam.

“Sampai di Puncak Denali adalah keinginan kita, tetapi kembali ke Surabaya dan almamater dalam keadaan selamat adalah cita-cita bersama. Maka, jangan memaksakan diri dan pertimbangkanlah semua aspek dengan objektif,” pesan Nasih.

“Saudara harus kembali ke Tanah Air dengan selamat karena bapak, ibu, dan saudara menunggu kalian di rumah,” imbuhnya.

Seremoni pelepasan ketiga atlet AIDeX dihadiri oleh jajaran pimpinan, Ikatan Keluarga Alumni UNAIR, anggota dan senior serta pembina UKM Wanala, dan keluarga atlet. Usai menyampaikan sambutan pelepasan, acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bendera UKM Wanala, bendera UNAIR, dan Merah Putih.

Persiapan yang matang

Pendakian ke puncak Denali oleh tim UKM Wanala UNAIR merupakan bagian dari ekspedisi kelima seven summit. Ekspedisi seven summit merupakan serangkaian pendakian ke tujuh puncak gunung tertinggi masing-masing benua.

Faishal yang juga ketua ekspedisi menyebutkan, bahwa tim AIDeX akan mendaki di Denali selama 18 sampai 22 hari. Mereka dijadwalkan untuk bertolak dari Surabaya ke Jakarta pada 10 Mei, kemudian berangkat ke Amerika Serikat pada 16 Mei. Sedangkan, pendakian di Denali akan dimulai pada 21 Mei sampai 9 Juni.

Selain itu, selama pendakian, mereka berencana untuk tetap menjalankan ibadah puasa. “Rencananya sih pas aklimatisasi atau rest day. Pada saat rest day kan aktivitasnya hanya berdiam diri atau berjalan-jalan di sekitar tenda. Itu memungkinkan untuk puasa meskipun tidak full,” ungkap Faishal.

Selama lebih dari satu tahun mengadakan latihan persiapan, para atlet dilatih untuk terbiasa menggunakan peralatan-peralatan yang digunakan di gunung es seperti crampon (sepatu berpaku untuk mendaki gunung es), hingga sepatu bertapak lebar.

Para atlet juga secara rutin mengadakan latihan di area pegunungan seperti Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Argopuro. Dalam latihan tersebut, mereka berlatih untuk menyeret beban seberat 20 kilogram, serta teknik penyelamatan diri.

“Idealnya mendaki di sana empat sampai lima orang. Semua pendaki terhubung dengan satu tali, kalau ada satu yang terjatuh maka masih ada empat orang yang menahan. Makanya latihan kemarin di Bromo kita lebih fokus dengan teknik rescue,” imbuh mahasiswa D-3 Otomasi Sistem Instrumentasi.

Ditanya soal tujuan dan harapan pendakian, Faishal yang mewakili ketiga rekannya, bersepakat mengatakan, bahwa ekspedisi seven summits adalah wujud kecintaan mereka kepada alam dan Tanah Air.

“Sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam, seven summits adalah wujud kecintaan kami pada alam dan Tanah Air. Sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam, ini adalah cara kami menunjukkan harga diri sebagai sebuah organisasi,” pungkasnya.

Denali bukanlah puncak pertama yang didaki oleh anggota UKM Wanala. Empat dari tujuh puncak tertinggi yang telah tim digapai adalah Puncak Cartens, Gunung Jaya Wijaya (Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan Aconcagua (Argentina/2013).

Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits mereka.

Penulis: Defrina Sukma S