Washington DC, 7 Juli 2017. KBRI Washington DC menyelenggarakan Seminar tentang Kemajuan Disabilitas di Indonesia dan Bahasa Isyarat Indonesia, pada tanggal 5 dan 6 Juli 2017. Seminar disampaikan oleh Sdr Phieter Angdika (seorang tuli yang bekerja dengan Laboratorium Riset Bahasa Isyarat di bawah Universitas Indonesia dan guru Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Phieter berada di Amerika dalam rangka menghadiri perkemahan National Asociation of the Deaf.
Phieter menyampaikan tentang perjalanan pribadi dan kisah kelahirannya sehingga mendapati dirinya tuli, mengenalkan perjalanan pendidikannya, dan kota-kota di Indonesia tempat lahir, sekolah, kuliah, dan bekerjanya. Selain itu Phieter juga menyampaikan perkembangan tentang disabilitas di Indonesia dengan tonggak-tonggak penting, yakni Undang-undang no 4/1997 tentang Penyandang Cacat, Undang-undang no 19/2011 tentang Konvensi mengenai Hak-hak Penyandang Disabel, dan Undang-undang no 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas. Phieter juga menyampaikan kegiatan-kegiatannya di Gerakan Kesejateraan untuk Tuli Indonesia, Gerakan Kesejateraan untuk Tuli Indonesia Kepemudaan, dan Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat. Di seminar hari kedua, Phieter mengenalkan abjad dalam Bahasa Isyarat Indonesia, kata-kata sederhana, angka, dan hari/bulan.
Acara ini dihadiri 40 warga AS di DC dan sekitarnya yang mayoritas adalah orang tuli dan satu orang yang tunanetra. Peserta mengapresiasi dengan baik seminar dan menyatakan keunikan Indonesia dan Bahasa Isyarat Indonesia. Peserta berharap komunikasi antar komuntas tuli AS dan Indonesia terus dijalin. Acara ini disiarkan langsung di FBlive KBRI dan diikuti banyak peserta (baik langsung atau tunda) yang tidak dapat hadir langsung di KBRI. Video kegiatan dapat disaksikan atau diunduh di https://www.facebook.com/AtdikbudUSAPage/
Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Ismunandar, menyatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan program USA-Indonesia Deaf Youth Leadership, Cultural Exchange and Human Rights. Inisiatif maupun pembiayaan program follow up ini diorganisasi secara sukarela antar para leader tuli AS dan Indonesia. KBRI selalu mendukung program semacam ini dalam rangka mempercepat implementasi program untuk menyediakan hak-hak bagi para disabel di Indonesia (Atd)

img_20170708_204748