MAKASSAR – Tumbuh kembangnya suatu Negara dipengaruhi oleh Perguruan Tinggi dengan kualitas yang baik, agar dapat bersaing secara global dengan negara maju lainnya dalam bidang pendidikan.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendukung kepada seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia untuk terus berkembang meningkatkan kualitas lembaganya agar kedepan dapat menghasilkan Sumber Daya lulusan-lulusan mahasiswa yang kreatif, inovatif dan siap bersaing secara global, salah satunya dengan meningkatkan Akreditasi Perguruan Tinggi.

Bertempat di Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar National Start Up Forum, pada Jum’at (11/8) dengan tema yang diangkat yaitu “Menumbuhkembangkan Start Up Nasional Berdaya Saing Global” yang secara langsung dibuka oleh Menristekdikti Mohamad Nasir.

Hadir pula pada acara tersebut antara lain Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, Rektor UNM Husain Syam, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Ariestina.

Nasir ucapkan selamat karena UNM telah memenuhi kriteria untuk mendapatkan kampus yang akreditasnya A.

“Selamat kepada UNM karena di kawasan Indonesia Timur hanya ada dua Universitas yang mendapatkan Akreditasi A, salah satunya Universitas Negeri Makassar,” ucap Menteri Nasir.

Selain meningkatkan Akreditasi, menurut Nasir UNM juga harus meningkatkan sumber daya pengajar atau dosen yang ada di lingkungan Kampusnya.

“Rasanya seorang dosen tidak cukup hanya dengan lulusan S2, tetapi harus lulusan S3. Dosen lulusan S2 sudah banyak, tapi kalau sudah lulus S3 itu luar biasa,” ujar Nasir.

Nasir mengingatkan ini akan menjadi tugas kedepannya untuk Rektor UNM, bagaimana seluruh dosen harus dikembangkan untuk meneruskan pendidikannya kejenjang S3.

“Lembaga Perguruan Tinggi yang memiliki dosen pengajar dengan lulusan yang berkualitas, lembaga tersebut akan menghasilkan lulusan-lulusan yang terbaik pula, untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Nasir.

Pada kesempatan itu sebagai bentuk rasa syukur atas Akreditasi A, Menteri Nasir bersama civitas UNM melakukan UNM Mengaji yang dihadiri sekitar 750 mahasiswa di pelataran Kampus dengan ikon gedung layar kapal phinisi itu.(WD/DZI)