Kamis, 26 Maret 2015

Yang kami hormati:

Ketua Pendiri dan Pembina Yayasan Sahid Jaya, Bapak Prof. Dr. H. Sukamdani S. Gitosardjono.

Ketua Umum Yayasan Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya, Dr. Nugroho B. Sukamdani.

Rektor Universitas Sahid Jakarta, Prof.Ir. Toni Atyianto Dharoko, MPhil. PhD.

Para hadirin dan undangan yang saya muliakan.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,

Alhamdulillahirabbil alamin, atas rahmat karunia Allah SWT dan perkenan-Nya,

kita semua diijinkan dapat berkumpul disini dalam acara Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Sahid Jakarta.

Bapak, Ibu, para wisudawan dan para hadirin yang saya hormati

Visi pendidikan tinggi nasional kita pada hakekatnya adalah membentuk sistem pendidikan tinggi yang sehat dan bermutu, menghasilkan insan beriman, bertaqwa, cerdas, dan terampil.

Oleh karena itu pendidikan tinggi Indonesia harus bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan dapat berkontribusi secara nyata kepada peningkatan daya saing bangsa.

Peran Perguruan tinggi dalam UU No 18 tahun 2002 adalah membentuk sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perguruan Tinggi bertanggung jawab menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia.

Perguruan tinggi bertanggung jawab meningkatkan kemampuan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan mampu menjawab kebutuhan pengguna, khususnya kebutuhan bangsa Indonesia.

Dalam menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan persaingan ketat dan arus informasi yang pesat dalam semua sektor, maka Negara dituntut untuk memiliki daya saing yang kuat agar mampu mensejajarkan diri dengan negara-negara lain. lnovasi menjadi kata kuncinya. Pengalaman berbagai Negara maju menunjukkan bahwa inovasi yang berbasis pada produk litbang akan memberi dampak langsung pada peningkatan produktivitas berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa.

Diberlakukannya pasar global dengan dimulainya MEA 2015 di sektor perdagangan, demikian juga dengan kesepakatan international lainnya seperti AFTA, APEC, ACFTA, dan berbagai kesepakatan lainnya jelas menggambarkan tentang pentingnya pendidikan tinggi yang berkualitas di Indonesia untuk mampu menghasilkan produk pendidikan yang kompetitif atau mampu bersaing dengan produk pendidikan tinggi bangsa lain, maka Perguruan Tinggi khususnya dalam hal hasil hasil risetnya dituntut dapat diserap, dimanfaatkan oleh dunia usaha.

Bapak, Ibu, para wisudawan dan para hadirin yang saya hormati
Apabila kita simak, perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sejak Kemerdekaan 1945 masih menghadapi masa-masa yang tidak mudah, memang harus diakui bahwa masih banyak tantangan untuk mewujudkan riset nasional kita yang beroientasi kebutuhan pengguna. Fakta menunjukkan: masih rendahnya kapasitas iptek dan inovasi di Indonesia. Peneliti kita masih dalam jumlah yang belum memadai. Jumlah peneliti di lndonesia hanya sekitar 40.000 orang (sekitar 200an peneliti/1juta penduduk). Dari jumlah tersebut sekitar 60%-nya ada di PT; 22% berada di lemlitbang pemerintah dan sisanya sebanyak 18% ada di Industri.

Selain itu, anggaran litbang per GDP lndonesia masih sangat rendah sebesar 0.08% masih jauh dari rata-rata negara OECD sebesar 2,4%. Dimana 80% dari anggaran tersebut berasaldari anggaran pemerintah dan kurang dari 20%nya masihberasal dari industri.

Begitu pula dengan pelaku litbang, dimana sebagian besar, pelaku litbang di Indonesia adalah peneliti dan dosen pemerintah (lemlitbang 42% dan PT 38%) sedangkan di negara OECDhampir 75% pelaku litbang adalah industri (lemlitbang 10% danPT 18%).

Berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi telah dilakukan, namun masih selalu terhambat oleh substansi yang tekait dengan tata kelola, relevansi pendidikan, keadilan dan pemerataan, daya serap, efisiensi, dan manfaat pendidikan tinggi untuk kesejahteraan masyarakat.

Untuk mengejar ketertinggalan lndonesia tersebut, pembangunan iptek dilaksanakan dengan menggunakan wahana Sistem lnovasi Nasional (SiNas) melalui penguatan kelembagaan, sumberdaya dan jaringan Iptek, serta secara substansial melalui penelitian, pengembangan dan penerapan iptek strategis. Inti dari sistem inovasi adalah interaksi antar aktor inovasi (Academision, Goverment, dan Business) untuk menghasilkan produk inovasi. lnteraksi ini digambarkan dengan istilah “triple helix”, dimana Akademisi menjadi aktor dalam pengembangan iptek; Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator; sedangkan lndustri berperan sebagai ujung tombak inovasi dan pembangunan ekonomi nasional.

Kemenristek-Dikti telah menyusun sejumlah paket kebijakan guna mendukung perkembangan IPTEK nasional termasuk kegiatan litbang yang inovativ dan berorientasi kepada kebutuhan pengguna. Kebijakan tersebut antara lain terkait kebijakan Strategis Nasional (Jakstranas) lptek yang berisi arah, prioritas utama dan kerangka kebijakan pembangunan Iptek; dan Agenda Riset Nasional (ARN) yang berisi agenda riset lptek nasional dalam 7 bidang fokus iptek, yakni pangan, energi, ICT, transportasi, pertahanan, obat dan kesehatan serta material maju.

Kemenristek-Dikti juga telah dan akan mengembangkan sistem insentif dalam rangka penguatan SlNas baik untuk sisi penyedia maupun sisi permintaan. Misalnya, Program beasiswa untuk jenjang pendidikan S2 dan S3 bagi para peneliti dan dosen; pembentukan dan penguatan Sentra HAKI, serta pendaftaran invensi; digital library yang mudah diakses oleh para peneliti/dosen dan Science and Technopark (STP), dll.

Dengan upaya-upaya yang nyata ini untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, maka perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap daya saing bangsa, dan ikut aktif mensejahterakan bangsa.

Bapak, Ibu, Para Wisudawan dan Para Hadirin yang saya hormati,
Sejumlah paket kebijakan yang telah saya sebutkan di atas tadi, intinya adalah dalam rangka mendorong hilirisasi hasil hasil litbang baik di Perguruan Tinggi maupun di Lembaga lembaga litbang nasional. Dalam hilirisasi hasil litbang ini arahnya bukan hanya meningkatkan daya saing produk industri pada bagian hilir, melainkan juga daya saing sumber daya manusia, terutama peneliti di lembaga riset dan perguruan tinggi yang menaunginya. Untuk mendukung hilirisasi riset, kementerian akan mengalokasikan 30% anggaran untuk riset.

Selain itu, saat ini Kementerin Ristek-Dikti sedang mempersiapkan pembangunan Science &Technology Park (STP), sebagai satu bentuk triplehelix, dimana STP ini akan menjadi sebuah wahana dimana interaksi antara aktor aktor inovasi dapat berlangsung dengan baik dan produktif.Dalam STP aktor-aktor inovasi yang antara lin didalamnya para akademisi dari peguruan tinggi dan para peneliti akan difasilitasi untuk saling berinteraksi, mengalirkan ide menjadi invensi, yang bermuara pada inovasi. STP memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya industri-industri berbasis inovasi melalui inkubasi dan proses ‘spin-off’ disamping menyediakan jasa-jasa bernilai ekonomi tinggi dalam suatu kawasan.

Sebagai triple helix, STP memerankan fungsi utama: (1) menumbuh kembangkan industri / IKM baru berbasis inovasi; dan (2) menyediakan dukungan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di industri. Mengingat peran strategis STP tersebut, Kementerian Ristek-Dikti mulai tahun 2015 diamanatkan dalam RPJM 2015-2019 bersama Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang Pemerintah, Industri dan Kementerian Terkait dan pemerintah daerah untuk mengembangkan 100 STP di daerah.

Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi mendorong perguruan tinggi untuk melakukan inovasi dengan menerapkan tri darma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mempunyai kompetensi tinggi dibidangnya. Selain itu Perguruan Tinggi juga harus bisa menghasilkan riset–riset berdasarkan permintaan (base on demand) di lapangan karena penelitian tersebut nantinya akan berguna untuk dunia usaha dan masyarakat luas

Karenanya kecenderungan penelitian akademik (curiousity driven research) perlu dikembangkan menjadi penelitian untuk menjawab permasalahan nyata (goal-oriented research). Kegiatan penelitian selayaknya difokuskan pada upaya untuk meningkatkan daya saing bangsa. Serta perguruan tinggi didorong dari bentuk teaching university menuju research university

Oleh karena itu saya mendorong seluruh perguruan tinggi termasuk Universitas Sahid Jakarta untuk menghasilkan riset yang menghasilkan produk dan dihilirkan ke dunia usaha dan terus memantapkan diri sebagai Perguruan Tinggi unggulan menuju universitas berbasis riset.

Bapak, Ibu, Para Wisudawan dan Para Hadirin yang saya hormati,

Kedepan, paradigma pendidikan tinggi, adalah pendidikan yang berbasis riset yang berarti bahwa proses pendidikan harus diikuti dengan proses invensi. Dengan demikian pendidikan bukan sekedar mengulang-ulang, menghafal atau meretasi, namun sebuah proses pembelajaran yang produktif, berorientasi pada knowledge creation, dan inovatif. Pendidikan berbasis riset yang diwarnai berbagai invensi harus memberi manfaat untuk menyejahterakan bangsa dan kemanusiaan. Sektor pendidikan dalam dalam konteks ini harus melakukan sinergi dengan berbagai pihak agar dapat produktif secara maksimal. Invensi yang dihasilkan dari proses pengembangan ilmu pengetahuan harus mampu melanjutkan atau menghilir pada tahap bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia. Oleh karena itu interaksi produktif dan sinergi yang kuat – harus tercipta pada ketiga stakeholder pembangunan lptek (ABG) dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Bapak, Ibu, Para Wisudawan dan Para Hadirin yang saya hormati,

Demikian pidato pengantar kami. Sebagai penutup dapat saya garis-bawahi, bahwa perguruan tinggi merupakan salah satu aktor penting dalam sistem inovasi nasional. Sehingga apa yang diramalkan dari hasil penelitian oleh Bank Dunia, bahwa Indonesia disebut-sebut akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang sangat diperhitungkan yang memiliki potensi sebagai negara new emerging economies dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi di masa datang dapat tercapai tidak terlalu lama lagi.

Demikian. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

(Prof.Drs.H. Mohamad Nasir,M.Si,Akt,Ph.D)